Natuna, suarakepri.com – Rakor evaluasi akhir tahun dan Penyusunan program Komite Nasional geopark Indonesia (KNGI) Tahun 2020 dilaksanakan di Kabupaten Natuna Provinsi Kepri. Rabu pagi, (18/12) di aula Hotel Natuna.
Rapat koordinasi atau rakor ini merupakan lanjutan dari berbagai pertemuan dan rapat kerja (raker) sebelumnya di Kawasan Geopark Belitong
Kemudian, Rakor yang di selenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas merupakan bagian dari tahapan akhir penyempurnaan penyusunan RAN Pengembangan Geopark terutama untuk menjaring masukan final dari berbagai pemangku kepentingan Geopark di daerah, serta sinkronisasi dari berbagai program pemerintah pusat.
Selain itu, rakor ini juga akan melakukan penyusunan program KNGI di masa mendatang.
Direktur Sumber Daya Energi, Mineral dan Pertambangan (SDEMP) RI / Bappenas Dr. Ir. Yahya Rachman Hidayat, MSc. Menyampaikan “Kementerian ESDM mendukung penuh pengembangan geopark di Indonesia. Sejak tahun 2008, Kementerian ESDM, melalui Badan Geologi telah memberikan kontribusi dalam inventarisasi, penyelidikan, penyedian data dan informasi potensi warisan geologi untuk mendukung pengembangan geopark,” Ucapnya saat sambutan.
Dijelaskannya, Hingga tahun 2018, Indonesia telah memiliki 4 (empat) kawasan Geopark Global UNESCO, yaitu Gunung Batur, Gunung Sewu, Ciletuh-Palabuhan Ratu dan Rinjani, serta 7 (tujuh) kawasan Geopark Nasional, yaitu Kaldera Toba, Merangin Jambi, Belitong, Maros-Pangkep, Raja Ampat, Bojonegoro, dan Gunung Tambora.
“Kementerian ESDM saat ini tengah menyusun Rancangan Peraturan Presiden tentang Geopark, yang diharapkan dapat menjawab permasalahan terkait pengembangan geopark, khususnya dapat meningkatkan sinergitas antar Kementerian/Lembaga terkait di Pusat dengan Pemerintah Daerah, karena pembangunan dan pengelolaan Geopark melibatkan multi sektor,” ujar Yahya.
“Ajang pertemuan para stakeholders dalam percepatan pengembangan dan pemanfaatan kawasan Geopark di Indonesia, juga merupakan pemanasan Indonesia sebelum menjadi tuan rumah Asia Pacific Geopark Network Conference 2019 yang rencananya akan diadakan di Rinjani, Nusa Tenggara Barat,” tutupnya.
Sementara itu, Bupati Natuna sekaligus membuka Rakor menyampaikan bahwa, Geopark merupakan wilayah geografis terpadu dengan mengedepankan perlindungan lanskap dan situs geologi yang berkelanjutan dan menjaga keseimbangan antara konservasi, edukasi dan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Untuk mengoptimalkan pengembangan geopark di Indonesia diperlukan sinergi antar kementerian dan lembaga.
“Mari kita kerja secara terintegrasi agar pengembangan geopark ini bisa bagus dengan didukung oleh penelitian dari kementerian dan lembaga sehingga dapat memacu singkronisasi dan harmonisasi perkembangan pariwisata nasional kita sehingga kita berharap 20 juta turis tahun depan itu bisa dicapai,” Ucap Hamid
“Dengan ini saya buka Rapat Koordinasi Komite Nasional Geopark Indonesia tahun 2019 khususnya Kab. Natuna dalam Penyusunan Program tahun 2020 – 2024 di Kab. Natuna, ”
Setelah acara pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan Penyerahan pelakat oleh Bupati Natuna kepada seluruh kepala Badan Pengelola Geopark Indonesia. Penyerahan pelakat pemerintah kabupaten Natuna kepada perwakilan komite nasional geopark Indonesia dan perwakilan narasumber.
Adapum yang ikut menghadiri kegiatan pembukaan Rakor diantaranya, Kepala Sub Direktorat Geologi, Pertambangan Umum dan Panas Bumi Kementrian Sumber Daya Energi, Mineral dan Pertambangan (KSDEMP) RI / Bappenas, Togu Pardede, ST, MIDS, Kepala Biro Informasi dan Hukum Kemenkomar, Latief Nurbana, Pengurus IKAAI Mirawati Sudjono, MAGI, Heryadi Rachmat, KemFirmansyah Rahim, Azwir Malaon, Sekda Kab.Bangli Ida Bagus Gede Giri Putra dan FKPD, OPD Natuna.
Laporan : M. Rozali







Comment