Promo FBS
FBS Reliable Broker
TanjungpinangVideo

Lakukan Pembohongan Publik, Petugas Tanpa APD Terus Gerilya Catat Dan Penyegelan Meteran

704
×

Lakukan Pembohongan Publik, Petugas Tanpa APD Terus Gerilya Catat Dan Penyegelan Meteran

Sebarkan artikel ini

Tanjungpinang, SuaraKepri.com – Sepertinya pihak PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kota Tanjungpinang, terus beralibi adanya para petugas pencatat meteran bergerilya dari rumah ke rumah.

Yang mana ini sangat bertentangan dengan Kebijakan PLN pusat yang mengarahkan seluruh Kanwil dan unit di Indonesia untuk melakukan pencatatan mandiri meteran pascabayar ditengah pandemi Covid-19.

“Artinya, untuk pembayaran rekening bulan April, perhitungannya menggunakan data dari historis rata-rata pemakaian kWh pada bulan Desember, Januari dan Februari. Hal ini kami lakukan untuk menghindari pembaca/ pencatat meter melakukan kunjungan ke rumah-rumah pelanggan sehingga upaya pencegahan penyebaran Virus Corona sebagaimana yang menjadi imbauan pemerintah untuk melaksanakan work from home dan physical distancing dapat berhasil,” kata Senior Executive Vice President (SEVP) Departement Bisnis dan Pelayanan Pelanggan PLN Yuddy Setyo Wicaksono di Jakarta, pada bulan Maret lalu.

PLN UP3 Tanjungpinang melalui Manager Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan, Adi sempat bersikeras, para petugas lapangan PLN UP3 Tanjungpinang mengikuti sepenuhnya anjuran Direktur Utama PLN untuk tidak terjun ke-lapangan untuk sementara waktu ini.

“Anggota kami dilapangan termasuk petugas pencatat meteran kami larang. kami berani jamin mereka tidak turun,” ujarnya melalui media online lokal.

Fakta dan kenyataannya para petugas dari pihak ketiga, terus bergerilya melakukan pencatatan hingga penyegelan meteran.

“Mas lihat sendiri kan, tanpa alat pelindung diri (APD) mereka melakukan pencatatan meteran hingga penyegelan. Bahasanya saja penyegelan, padahal tidak jauh berbeda dengan pemutusan sementara,” tegas salah satu warga yang geram dengan pembohongan publik dilakukan UP3 PLN Tanjungpinang.

Dengan strategi ini, pihak PLN UP3 Tanjungpinang juga akan melakukan peralihan meteran pascabayar ke meteran token atau prabayar milik para pelanggan tertunggak.

“Bila kami tidak melunasi dengan waktu yang ditentukan, meteran pascabayar kami akan diputuskan dan dikenakan pasang baru dengan meteran token atau prabayar. Padahal ini lagi ditengah pandemi Covid-19, seharusnya ada kelonggaran dari PLN. Bahkan tagihan kami membengkak,” geramnya.

Sementara itu, Humas PLN UP3 Tanjungpinang, Sabur membantah bahwa orang yang melakukan pencatatan dan penyegelan dalam video bukan petugas mereka.

“Ini dimana bang, kami pastikan dulu. Dari caranya itu, kami tidak yakin itu petugas catat meter,” ungkap Sabur mengelak.

Saat ditantang untuk langsung turun dan menangkap petugas yang tidak diakuinya tersebut, Sabur pun enggan menggubris.

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat