Promo FBS
FBS Reliable Broker
Tanjungpinang

Karena Terpengaruh Nonton Film Porno, Para Siswa Cabuli Teman Siswinya

869
×

Karena Terpengaruh Nonton Film Porno, Para Siswa Cabuli Teman Siswinya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Akibat keseringan nonton ramai-ramai film porno di dalam kelas melalui handpone, para pelajar, siswa kelas VII D, salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Tanjungpinang, nekat mencabuli siswi, teman sekelas mereka.

Perbuatan menjurus cabul hingga kekerasan ini tidak dilakukan sendirian oleh siswa tersebut, hampir satu kelas para siswa tersebut melakukan hal yang sama terhadap beberapa teman siswinya.

Ironisnya, aksi puluhan siswa itu tidak diketahui oleh para guru sekolah tersebut. Karena kejadian itu sering mereka lakukan saat jam istirahat dan saat guru tidak berada dalam kelas.

Kejadian ini terungkap setelah salah satu siswi, sebut saja Melati yang dirasakan oleh orang tuanya mengalami perubahan.

“Beberapa hari setelah kejadian tersebut, anak saya itu sering murung dan kurang semangat belajar. Bahkan untuk pergi ke sekolah dia sering malas seperti orang ketakutan begitu,” ujar orang tua Melati ketika ditemui wartawan.

Orangtua Melati sempat mempertanyakan penyebab perubahan yang terjadi terhadap Melati. “Sempat kami tanyakan, tetapi dia seperti berat menjawab. Pernah juga dia balek sekolah, baju seragamnya robek dan kakinya luka,” jelas Ibu dari Melati yang sehari-harinya jualan bakso goreng dan minuman.

Melati akhirnya mengakui dan menceritakan kejadian yang ia alami. Kejadian tersebut terjadi saat Melati masuk siang karena beberapa kelas di sekolahnya sedang direnovasi.

“Saat 0tak ada guru yang masuk mengajar tidak digunakan untuk mengulang mata pelajaran. Teman-teman saya itu menonton adegan mesum dalam film-film porno yang sudah tersimpan di handphone mereka,” ujar Melati.

Dari 22 siswa lelaki yang ada dalam kelasnya, hanya dua orang saja yang tidak mau menonton.

“Kami ada 42 orang om, 20 orang siswi cewek, sisanya cowok. Bahkan ada juga siswi cewek yang ikut nonton om. Setelah mereka nonton, yang cowoknya pada memegang anunya (kemaluan) para siswa cewek om,” jelasnya.

Bila melawan, para siswi cewek tersebut ditendang dan dicambak mereka. “Makanya baju saya kemarin robek dan kaki saya luka om,” cerita Melati.

Kedua orang tua itu memang geram mendengar cerita sang anak. Mereka juga cemas akan hal-hal buruk yang bisa saja terjadi pada putrinya. Namun, keduanya tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka tidak mempunyai keberanian untuk melaporkan masalah tersebut kepada pihak sekolah karena takut putri mereka diperlakukan lebih kasar lagi.

“Kami hanya berharap semoga masalah ini bisa diperhatikan oleh pihak sekolah. Kami sudah susah payah bekerja untuk menyekolahkan dia. Kami ingin dia bisa belajar dan menjadi anak baik. Kalau terus begini, anak kami bisa ikut terpengaruh,” ungkap ibunya Melati.

[sk]

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat