TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Pihak Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 mengaku kecolongan adanya para siswanya yang menonton film porno0 melalui Handpone dan melakukan perbuatan cabul terhadap teman siswinya.
Hal ini diakui oleh Parida, Wakil Kepala Sekolah SMPN 6 Tanjungpinang saat dijumpai wartawan terkait kasus para siswanya yang ramai-ramai menonton film porno pada saat jam sekolah.
“Kami mengaku sangat kecolongan dengan adanya kasus seperti ini. Ini pun kami ketahui setelah adanya laporan dari para siswi termasuk para orangtua yang menjadi korban,” ujarnya.
Parida mengakui kejadian ini diakibatkan para siswanya dari VII D tersebut karena ada yang memiliki handpone dan menontonnya secara diam-diam.
“Saya tidak pungkiri itu, itu pasti ada terjadi akibat sebagian mereka memiliki handpone,” tegasnya.
Parida juga mengakui bahwa pihaknya sudah sering melakukan razia mendadak terhadap handpone para siswa yang membawanya ke sekolah.
“Bahkan kami pernah buat kesepakatan dengan orang tua supaya anak mereka tidak diizinkan membawa handphone ke sekolah. Untuk membuat kesepakatan ini kami sering terjadi perdebatan alot dengan para orang tua siswa,” ujarnya.
Para orang tua sendiri beralasan bisa berkomunikasi dengan sang anak saat hendak menjemputnya.
“Mereka ancam tetap izinkan anaknya bawa handphone, saya balik jawab, saya akan sita terus handphonenya. Mereka bahkan laporkan saya ke dinas. Tapi tak apa-apa, semuanya saya lakukan untuk pendidikan anak-anak. Nah, akhirnya orang tua bisa terima,” jelas Parida.
Dengan adanya kejadian ini, Parida menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan, terutama para guru bimbingan dan penyuluhan (BP) SMPN 6 Tanjungpinang itu.
“SMPN 6 Tanjungpinang memiliki jumlah murid mencapai 700 orang lebih. Dari pantauan pihak sekolah, siswa yang memiliki handphone mahal hanya sekitar 20 persen dari jumlah seluruh murid,” ungkapnya.
[sk]





Comment