Sempat Terjadi Kericuhan Antara Mahasiswa Dan Pegawai
TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Aksi demo para mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Politik (Stisipol) di Kantor Gubernur Kepri, Dompak pada hari Kamis pagi (23/10) berakhir ricuh. Mahasiswa Stisipol Raja Ali Haji ini hendak bertemu dengan Gubernur Kepri perihal tuntutan keadilan bagi mereka terkait beasiswa dan gedung Perpustakaan Stisipol yang tak kunjung siap.
Para pendemo yang hadir di kantor Gubernur Kepri itu berjumlah sekitar 500an orang itu awalnya tertahan di depan pintu masuk. PPTK bantuan beasiswa Disdik Kepri, Pansuri sempat berusaha memberikan penjelasan kepada para mahasiswa Stisipol yang ikut berdemo.
“Pak Gubernur saat ini sedang ada kegiatan diluar, sementara Wagub Kepri dan Kadis Pendidikan kita sedang rapat di Lagoi,” ujar Pansuri.
Karena tidak kunjung adanya Gubernur Kepri hingga pejabat yang lebih kopeten hadir dihadapan mereka, para mahasiswa ini akhirnya seruduk dan memaksa masuk ke dalam untuk mencari Gubernur Kepri. Mereka tidak ingin menyerah dan percaya begitu saja.
Satuan pengamanan Satpol PP Kepri dan Sabara Polres Tanjungpinang yang kalah jumlah dari para pendemo ini, tidak sanggup menahan aksi para mahasiswa tersebut.
Setelah berhasil, masuk ke dalam, para pendemo terus naik ke lantai dua. Saat di lantai dua inilah, kericuhan hampir terjadi. Salah satu mahasiswa Stisipol dengan pegawai yang ingin menahan mereka, hampir adu jotos sama lainnya.
Beruntung aksi fisik antara kedua pihak dapat diredam kedua teman masing-masing. Mahasiswa terus bergerak dari ruangan yang satu ke ruangan lainnya.
Hingga di lantai 3, mahasiswa Stisipol ini menemukan ruangan Sekda Kepri, Robert Iwan Loriux. “Mana nie Pak Sekda kita, kami ingin bertemu. Kami tidak akan percaya kalau tidak melihat langsung ke dalam,” ujar para mahasiswa saat ditahan para satpol pp yang saat itu bertugas.
Aksi menduduki kantor Gubernur Kepri ini hampir berlangsung selama dua jam. Hingga mereka turun kembali dan dijaga ketat oleh pihak keamanan tambahan hampir tiga pleton dari Satpol PP dan kepolisian Polres Tanjungpinang.
Mereka terus meneriakan tuntutan mereka akan dua hal, yakni beasiswa untuk mahasiswa Stisipol yang harus ditambah dan menyelesaikan pembangunan gedung Perpustakaan Daerah.
Selang beberapa lama, Kadis Pendidikan Kepri, Yatim Mustafa akhirnya hadir mewakili Gubernur Kepri yang masih berada di luar. “Akan kita penuhi permintaan kalian dengan menambahkan kuota penerima beasiswa dari Stisipol Tanjungpinang menjadi 200 orang pada tahun 2015. Dan menyelesaikan pembangunan gedung perpustakaan Stisipol pada tahun 2015 juga,” ujar Yatim.
Tetapi Yatim meminta pemenuhan tuntutan janji tersebut masih dalam mekanisme dan prosedur yang benar. “Bantuan beasiswa harus tetap pada pemenuhan persyaratan yang ada dan permasalahan lahan gedung perpustakaan tersebut harus segera diselasaikan oleh pihak yayasan,” tegasnya.
Yatim dan mahasiswa akhirnya membuat surat pernyataan perjanjian di kertas bermaterei serta Kapolres Tanjungpinang, AKBP M Dwita Kumu yang juga hadir dalam memimpin pengamanan menjadi saksi. (Jupri)
[sk]














Comment