Promo FBS
FBS Reliable Broker
Tanjungpinang

Rektor IPDN Terima 10 Ribu Dolar USA, Anak Cori Tidak Lulus IPDN

463
×

Rektor IPDN Terima 10 Ribu Dolar USA, Anak Cori Tidak Lulus IPDN

Sebarkan artikel ini
Andi Cori Fatahuddin saat memberikan keterangan sejumlah wartawan di kantornya, Gapensi Tanjungpinang. | SuaraKepri.com

Cori Akan Melaporkan Suhajar ke Polda Metro Jaya

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Meski Telah memberi uang sebesar 10 ribu US dolar kepada Rektor Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Dr. H. Suhajar Diantoro, M.Si, anak sulung dari Andi Cori Fatahuddin tidak juga lulus penerimaan IPDN pada bulan September 2014 yang lalu. Bahkan setelah tidak lulus penerimaan IPDN ini, mantan Sekda Kepri tersebut tidak berinisiatif untuk mengembalikan uang yang telah diberikan oleh Cori tersebut.

Hal ini dipaparkan oleh Cori di kantor Gabungan Pengusaha Indonesia (Gapensi) Tanjungpinang miliknya, Jalan Pemuda, pada hari Minggu siang (2/11) kepada sejumlah wartawan dalam jumpa pers.

Cori, mantan anggota DPRD Kota Tanjungpinang dan pentolan PDI Perjuangan memang memiliki hasrat dan keinginan yang kuat untuk memasukan anaknya di sekolah IPDN dari tahun 2002 silam.

“Oleh sebab itu, saya betul-betul mendidik dia (anak saya) selama bertahun-tahun. Karena dia juga memiliki cita-cita yang sama, makanya saya menambah les private untuk dia, seminggunya saja sebesar Rp 1,8 juta. Saya dan kawan-kawan memiliki keinginan yang sama untuk anak kami agar memiliki kesempatan di Pamong Praja tersebut untuk mengabdikan diri di daerah mereka,” ujar Cori Ketua Gapensi Tanjungpinang mengawali cerita.

Dan dipertengahan tahun 2014 lalu, anak Cori pun akhirnya lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan nilai yang cukup memuaskan, berprestasi dan telah memenuhi persyaratan untuk masuk IPDN.

Maka pada bulan Agustus 2014, Andi Cori pun akhirnya bertemu Suhajar Diantoro di sebuah Mall di bilangan Jakarta. “Di Mall tersebutlah saya bertemu beliau (Suhajar-red) dan menyerahkan uang sebesar 10 ribu US dolar dalam pecahan 100 US dollar. Dan awalnya ia sempat mempertanyakan nilai kelulusan anak saya dan saya sampaikan ke dia bahwa anak saya memiliki nilai rata-rata 8,7. Setelah itu dia pun menganjurkan untuk mengikuti latihan psikotest di Mabes TNI AD di Bandung,” paparnya bertemu dengan Suhajar saat di Jakarta itu, ada saksi.

Pada waktu pemberian uang tunai berbentuk dolar Amerika Serikat, kurs dolar saat itu sebesar Rp 12 ribu lebih.

Pada saat mengikuti tes tertulis, anak Cori tidak dapat menjawab hanya dua soal saja dari 60 soal yang disediakan panitia seleksi penerimaan IPDN. “Selain itu anak saya hanya salah mengisi umur saya yang seharusnya 41 tahun, dibuat oleh anak saya menjadi 40 tahun. Saya rasa itu bukanlah alasan yang kuat menyatakan anak saya tidak lulus ujian,” tegasnya geram.

Setelah itu, Cori pun sempat mempertanyakan hal tersebut kepada panitia, tetapi saat itu panitia menolak karena beralasan bahwa penerimaan dilaksanakan melibatkan orang KPK. “Saat itu mereka mengatakan bahwa penerimaan calon mahasiswa IPDN itu melibatkan langsung KPK. Tetapi setelah saya konfirmasi langsung kepada Johan Budi, Juru bicara KPK, ternyata tidak benar. Itu sama saja berbohong dan menjual nama KPK untuk menjadi satu bagian dari alasan mereka,” terangnya.

Cori pun tidak berhenti sampai disitu, ia juga sempat ke kampus IPDN di Jatinangor untuk bertemu Suhajar. “Saya sampai menginap disana selama dua hari dua malam, tetapi gagal bertemu beliau karena selalu berada di luar daerah,” tambahnya.

Cori terus menghubungi Suhajar dan mengirim pesan sms termasuk soal uang yang telah diberikan Cori sebesar 10 ribu US dolar tersebut, tetapi selalu tidak dijawab oleh Suhajar.

“Hingga ia pun pernah mengajak ketemu di Jakarta atau di Batam. Dan untuk anak saya akan dijanjikan pada tahun depan dalam penerimaan IPDN lagi. Tetapi saya sudah cukup kesal dan kecewa, mereka tidak komitmen serta bertanggung jawab,” geram Cori.

Bahkan Suhajar juga sempat memberikan nomor ponsel yang baru miliknya dengan nomor 085320018xxx kepada Cori. Tetapi setelah itu tidak pernah aktif lagi hingga sekarang.

Karena sudah cukup kesal, Cori pun berencana akan melaporkan Suhajar ke Polda Metro Jaya.

“Karena saat saya menyerahkan uang tersebut disana, maka saya pun akan melaporkan beliau di Jakarta (Polda Metro Jaya) dalam waktu dekat ini,” ungkap Cori.

[sk]

Comment

Mengulas PG Soft Mahjong Ways melalui Dinamika Sistem dan Respons Pengguna Game Online
Kasino Online dan Teknologi Cerdas Makin Terhubung dengan Pola Live Server Modern
Eksperimen Statistik Menyoroti Strategi Bertahap untuk Membaca Konsistensi Pola Bermain
Saat Resesi Global Diprediksi Memuncak, Whale Disebut Melirik Roulette Volatilitas Rendah Microgaming
Penggunaan Statistik Menjadi Fondasi Baru untuk Keputusan Parlay yang Lebih Rasional
Teknologi Adaptif Modern Membentuk Ulang Pola Digital Komunitas Game Online Indonesia
Integrasi Big Data Modern Membuat Infrastruktur Analitik PG Soft Semakin Optimal
Teori Neural Pattern Mutation Membahas Perkembangan Tempo pada Jalur Interaktif Berlapis
Scatter Hitam Bonanza Gold Jadi Manuver Baru yang Menarik Perhatian Pemain Digital
Menelaah Terobosan Pola Interaktif Digital dan Teknologi Prediktif PGSoft Masa Kini
Kajian Komputasional Variansi dan Konsistensi RTP dalam Simulasi Permainan Digital
Dinamika Algoritma serta Distribusi Statistik pada Permainan Digital Bertema Strategis
Eksplorasi Probabilitas dan Ragam Hasil dalam Algoritma Permainan Berbasis RTP
Analisis Statistik Variansi Hasil pada Model Permainan Digital dengan RTP Fluktuatif
Pengembangan Model Data untuk Menilai RTP dalam Lingkungan Permainan Interaktif
Analisis Model Probabilitas Dinamis terhadap Perubahan RTP pada Sistem Digital, Teknologi AI dan Rekapan Data
Dinamika Distribusi Data Mahjongways dan Peluang pada Mekanisme Permainan Game Digital Modern
Evaluasi Algoritma Perhitungan RTP Mahjongways Game Online melalui Pendekatan Statistik Multivariabel Terkini
Dampak Variansi Statistik terhadap Pola Hasil dalam Simulasi Permainan Mahjong Ways 2 Digital
Analisis Statistik Komputasional tentang Distribusi RTP pada Mekanisme Permainan Mahjong Wins 3 Digital
Kajian Probabilitas RTP Dinamis pada Sistem Permainan Digital Berbasis Algoritma Adaptif
Evaluasi Sebaran Probabilitas Menggunakan Data Simulasi dalam Sistem Permainan Digital
Pendekatan Statistik Eksperimental untuk Mengkaji Variasi Hasil Permainan Digital
Struktur Probabilitas dan Statistik pada Mekanisme Permainan Digital Berbasis Sistem
Model Analitis Perubahan Peluang pada Sistem Permainan Digital Berbasis Data
Analisis Sistem Algoritmik terhadap Pola Data Hasil Permainan Digital Berkala
Daftar Kajian Data Empiris tentang Dinamika Sistem Acak Mahjongways dalam Permainan Game Digital
Studi Probabilitas Terapan pada Pola Data Hasil Main dalam Sistem RTP Game Online Modern
Model Prediktif Statistik untuk Memahami Dinamika Permainan Mahjong Ways 2 Digital Berbasis Acak
Official Interpretasi Data Probabilitas pada Sistem Permainan Mahjong Wins 3 Digital dengan Mekanisme Acak
Analisis RTP Live Terbaru Membantu Merancang Pendekatan yang Lebih Teliti dan Objektif
Riset RTP Berbasis Data Membantu Mengenali Faktor yang Mendukung Efektivitas Aktivitas
Observasi Perubahan RTP Membantu Mengenali Tren yang Berpotensi Menjaga Konsistensi Hasil
Pembacaan Grafik Performa Permainan Membantu Menemukan Tren RTP Tersembunyi yang Cukup Signifikan
Analisis Spin Pembuka Kian Disorot untuk Membaca RTP Mahjongways Modern Menuju Rp28 Juta
Efisiensi Strategi Adaptif dalam Mengatur Variasi Performa Game Digital Stabil untuk Jangka Menengah
Transformasi Studi Membantu Putaran: Membaca Momentum Gameplay Modern yang Lebih Efisien dan Konsisten
Pendekatan Berbasis Data Dipakai untuk Membaca Timing yang Mendukung Akurasi Strategi Game AI Real-Time
Riset Kajian Scatter Dinilai Lebih Efektif Ketika Pemain Memahami Batas Putaran Wajar
Statistik Metode Terukur untuk Membantu Meningkatkan Efektivitas Hasil dalam Jangka Pendek