TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Selain Rektor IPDN Suhajar Diantoro, anak Gubernur Kepri HM Sani, Heri disebut Andi Cori Fatahuddin turut menerima uangnya sebesar Rp 95 juta. Uang yang diberikan Cori tersebut juga ada keterkaitan dalam niatnya untuk memasukkan anaknya ke Ilmu Pemerintahaan Dalam Negeri (IPDN).
“Uang itu saya berikan melalui saudara saya, dalam bentuk cek NISP Bank yang berada tidak jauh dari Pelabuhan Tanjungpinang. Hal yang sama juga saya sampaikan kepada Heri tersebut, untuk mengembalikan uang saya karena anak sulung saya tidak lulus IPDN,” ujarnya ketika berjumpa wartawan di Kantor Gapensi Tanjungpinang, Jalan Pemuda, pada hari Minggu siang (2/11).
Tetapi rasa pertanggung jawaban Heri juga tidak ada terhadap Cori perihal anaknya tersebut. “Cobalah sekurang-kurangnya mereka menghubungi saya. Selama ini sebelumnya saya kan bereteman baik dengan mereka. Hingga saya menjadi kecewa karena tidak pertanggung jawaban dari mereka. Bahkan dihubungi selalu tidak merespon,” katanya penuh rasa kesal.
Meski telah dijanjikan akan diterima masuk IPDN tahun depan untuk anaknya, Cori secara tegas menolak karena sudah terlanjur kecewa.
“Siapa yang tidak kecewa akan hal ini, uang telah banyak habis. Meski saya memiliki teman sesama satu partai PDI Perjuangan sebagai wakil Gubernur Kepri dan Wali Kota Tanjungpinang, anak saya tetap tidak bisa diterima di IPDN,” tegasnya.
Untuk Provinsi Kepri sendiri, memiliki kuota penerimaan IPDN sebanyak 26 orang dari kabupaten dan kota yang ada.
“Saya juga ada mendengar bahwa Wali Kota Tanjungpinang sempat marah terhadap Pemprov Kepri melalui panitia daerah, BKD Provinsi Kepri terkait anak saya tidak diterima IPDN ini. Karena ia juga termasuk yang tahu keingin kuat saya ini sejak tahun 2002 yang lalu,” ungkap Cori.
[sk]







Comment