Lingga, SuaraKepri.com – Pemerintah Kabupaten Lingga, melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) membuka seleksi kompetensi dasar (SKD) berbasis computer assisted test (CAT) di Aula kantor Bupati Lingga, Kepulauan Riau, Selasa (25/02/20).
Tes ini diikuti 1.124 ribu orang peserta yang lolos pada tahap tes administrasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Lingga tahun 2019.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lingga, Ruliadi mengatakan, seleksi ini akan dilaksanakan selama 3 hari kedepan dan bagi semua peserta juga tidak dibenarkan membawa perhiasan yang berlebih.
“Kami membuka dalam satu hari sebanyak 5 sesi, jadi 1 sesinya ada 100 peserta yang masuk mengikuti tes SKD dan hasilnya ujian mereka nantinya akan keluar dimonitor masing-masing, jadi peserta akan mengetahui berapa hasilnya,” kata Ruliadi kepada Suarakepri.com, Selasa (25/02/2020).
Lanjut dia, nilai ambang
(passing grade) dalam seleksi kompetensi dasar (SKD) mengalami penurunan, menurutnya, dengan adanya penurunan nilai passing grade tersebut bisa membuka peluang untuk para peserta CPNS dalam mengatasi kesulitan nilai pada masa tahap tes.
“Tes wawasan kebangsaan (TWK) nilainya menjadi 65 dari sebelumnya 75, sedangkan untuk tes intelegensia umum (TIU), tak ada penurunan nilai ambang batas, alias tetap 80, kemudian tes karakteristik pribadi itu 126,” jelas dia.
Sementara itu, Wakil Bupati Lingga M. Nizar menyebutkan jika pada sebelum-belumnya seleksi CPNS identik dengan kongkalikong dan kecurangan, namun untuk saat ini, Nizar memastikan jika pada pelaksanaan tahun ini tidak akan ada lagi hal tersebut terjadi.
Ia memastikan pemerintah akan menjamin seleksi CPNS ini akan lebih kompetitif, adil, obyektif, transparan dan bebas dari KKN, semua itu, jelas dia berkat tes dengan sistem CAT ini, kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dalam perekrutan CPNS meningkat sebab tidak ada lagi celah untuk titip-menitip.
“Dengan sistem CAT ini, anak-anak kita tidak lagi percaya dengan adanya anggapan bahwa mereka bisa lulus jika ketemu si ini dan si anu. Atau melalui perantara dan bantuan orang lain,” kata Wakil Bupati Lingga.
Berdasarkan data yang dihimpun dari seratus enam puluh empat (164) formasi yang dibutuhkan, nantinya hanya ada seratus dua puluh dua (122) formasi yang kemungkinan akan terisi.
Penulis : Febrian S.r








Comment