by

Terkait Dana Operasional KONI, Penyidik Kejaksaan Periksa Sekum KONI Bengkalis

Penulis : -Bengkalis-107 views

BENGKALIS, SuaraKepri.com – Kejaksaan Negeri Bengkalis terus melakukan pemeriksaan terkait dugaan kasus korupsi dana hibah KONI tahun 2019 terus bergulir. Ternyata anggaran Sekretariat KONI Bengkalis (bagian dari belanja langsung KONI) yang bersumber dari dana hibah APBD 2019 fantastis. Sebelumnya, ada beberapa Cabor yang telah diperiksa.

Pantauan wartawan, pada hari Rabu, (24/3/2021) giliran Sekretaris Umum (Sekum) KONI Bengkalis, Saroni yang didampingi kuasa hukumnya Mahatir dan Widya Safitri diperiksa 8 jam diperiksa, dari pukul 17.00 WIB sampai dengan pukul 01.00 WIB, oleh penyidik Kejaksaan Bengkalis Doli Novaisal, SH.,MH.

Seusai diperiksa penyidik, Saroni didampingi pengacara mahatir dan Widya Safitri mengakui saat dikonfirmasi, menjelaskan penggunaaan anggaran operasional KONI sebesar Rp 1,9 miliar pertahun. Belum lagi anggaran honor pengurus KONI lainnya.

“Saroni disapa Roni mengatakan, ada 15 pertanyaan yang diluncurkan oleh penyidik kepada saya, dan pertanyaan itu seputaran tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) sebagai sekretaris KONI selama saya menjabat,” kata Saroni kepada wartawan seusai di periksa penyidik, Kamis (25/3/2021) dini hari.

Hanya saja, Roni tak bersedia merincikan penggunaan anggaran Rp 1,9 miliar lebih itu. Bahkan, saat ditanya anggaran lainnya Roni mengaku lupa.

“Kalau anggaran sekretariat Rp 1,9 miliar. Tapi rinciannya saya lupa, bang. Masalah dana yang lain saya juga lupa,” ungkap Roni yang terus berjalan menuju areal parkir Kantor Kejaksaan Negeri Bengkalis.

Sementara itu, tim pengacara KONI Bengkalis mengatakan, sebelumnya dugaan korupsi dana hibah KONI Bengkalis 2019 sudah diselidiki Dit Krimsus Polda Riau.

Dalam proses penyelidikan tersebut, ungkap Asep Ruhiat salah seorang tim pengacara KONI Bengkalis, tidak ditemukan kerugian negara.

“Karena tidak ditemukan kerugian negara, maka perkaranya dihentikan,” kata Asep Ruhiat melalui pesan WhatsApp, Kamis siang.

Dengan tidak ditemukan adanya kerugian negara, sambung Asep, sebenarnya perkara ini sudah klier atau selesai.

Asep menduga, ada pihak-pihak terkait yang mengadukan lagi ke Kejaksaan Negeri Bengkalis. Maka pihak Kejari Bengkalis memproses lagi perkara yang sudah diproses oleh Polda Riau.

Namun demikian, Asep dkk yakin penyidik Pidsus Kejari Bengkalis akan menghentikan proses hukum ini dengan ada surat keterangan dari Inspektorat dan BPK RI Perwakilan Riau yang menerangkan tidak ada kerugian negara seperti halnya di Krimsus Polda Riau.

“Para Cabor (Pengurus) dan atlet bisa lebih konsentrasi untuk meraih prestasi sehingga akan lebih bermaslahat lagi, bagi prestasi Bengkalis dalam bidang olahraga,” tutupnya melalui pesan WashApp.

Comment

Berita Lainnya