Batam, suarakepri.com — Pertumbuhan investor pasar modal di Kepulauan Riau (Kepri) mencapai 50,08 persen sepanjang Januari hingga September 2026. Namun, di tengah bertambahnya puluhan ribu investor baru, pemahaman masyarakat terhadap risiko investasi menjadi hal penting agar peningkatan partisipasi tersebut diikuti keputusan investasi yang tepat.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal di Kepri mencapai 297.128 orang hingga akhir September 2026. Angka itu bertambah 99.144 investor dibandingkan posisi akhir Januari 2026.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Kepulauan Riau, Indra Novita, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap pasar modal terus berkembang, sejalan dengan tren nasional.
“Kepri juga tidak ketinggalan untuk mengejar pertumbuhan investor seperti skala nasional. Ini menjadi hal yang menggembirakan bagi kami insan pasar modal,” ujarnya saat kegiatan media gathering bersama insan pers di salah satu tempat yang ada di Kota Batam, Jumat (23/10/2026).
Meski demikian, pertumbuhan jumlah investor tidak selalu mencerminkan kondisi pasar saham yang sedang menguat. Novi menjelaskan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir turut dipengaruhi sentimen global, kebijakan suku bunga internasional, serta kondisi sosial dan politik.
Ia mencontohkan, pernyataan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) sempat memicu kekhawatiran investor dan memengaruhi pergerakan IHSG.
“Pada hari pertama saat MSCI mengeluarkan pernyataan, memang ada kepanikan dari investor. Tetapi, penurunan IHSG bukan hanya disebabkan hal itu, melainkan juga faktor-faktor lain, seperti suku bunga internasional dan kondisi sosial politik,” jelasnya.
Menurut Novi, kondisi pasar yang berfluktuasi menjadi pengingat bahwa keputusan investasi tidak semestinya hanya mengikuti sentimen sesaat. Investor perlu mempertimbangkan fundamental dan kinerja perusahaan sebelum menentukan pilihan.
“Bagi investor yang sudah berpengalaman di pasar modal, kondisi seperti ini justru bisa menjadi momentum untuk melihat saham-saham yang memiliki fundamental dan kinerja perusahaan yang baik,” katanya.
Secara nasional, jumlah investor pasar modal mencapai 31.021.366 orang pada akhir September 2026, meningkat sekitar 52,62 persen dibandingkan akhir Januari. Novi juga menyebut jumlah investor nasional telah menembus 32 juta pada Oktober 2026.
Di tengah pertumbuhan tersebut, BEI Kepri berupaya memperluas edukasi pasar modal melalui sinergi dengan media massa. Novi berharap informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak hanya mendorong minat berinvestasi, tetapi juga memperkuat pemahaman tentang risiko dan pentingnya mengambil keputusan berdasarkan informasi yang memadai.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran rekan-rekan media yang selalu mendukung kami dalam menyampaikan informasi dan meliterasi masyarakat di Kepulauan Riau terkait pasar modal Indonesia,” ujarnya.
BEI juga dijadwalkan menggelar Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 pada 3–5 November mendatang sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi dan pemahaman masyarakat mengenai pasar modal.
Dengan jumlah investor yang terus bertambah, tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari pertumbuhan pasar modal, tetapi juga memahami cara berinvestasi secara bijak di tengah dinamika pasar. (White Rose)



Comment