Promo FBS
FBS Reliable Broker
BisnisNasional

BEI Ingatkan Investor Tak Terjebak Euforia IPO, Tujuh Emiten Himpun Rp2,16 Triliun

12
×

BEI Ingatkan Investor Tak Terjebak Euforia IPO, Tujuh Emiten Himpun Rp2,16 Triliun

Sebarkan artikel ini
Bursa Efek Indonesia (BEI) /F: Ist

Jakarta, suarakepri.com — Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat tujuh perusahaan telah resmi melantai di pasar modal hingga akhir Agustus 2026 dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp2,16 triliun. Di tengah meningkatnya aktivitas penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO), BEI mengingatkan investor agar tidak menjadikan lonjakan harga pada awal perdagangan sebagai satu-satunya pertimbangan investasi.

Kepala Divisi Pengembangan Perusahaan Tercatat BEI, Listyorini Dian Pratiwi, mengatakan masuknya emiten baru menunjukkan pasar modal masih menjadi salah satu alternatif pendanaan bagi perusahaan sekaligus membuka pilihan investasi bagi masyarakat.

Namun, menurut dia, keputusan membeli saham IPO perlu didasarkan pada analisis terhadap kondisi dan prospek perusahaan, bukan semata-mata mengikuti tren pasar.

“IPO bukan sekadar momentum hari pertama perdagangan, melainkan titik awal pertumbuhan perusahaan di pasar modal. Investor sebaiknya tidak mengambil keputusan atas dasar tren semata, melainkan lewat analisis komprehensif,” ujar Listyorini.

BEI mencatat masih terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline IPO hingga akhir Agustus 2026. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas pencatatan saham baru masih berlangsung, sehingga investor perlu memahami karakteristik dan risiko masing-masing emiten sebelum mengambil keputusan.

BEI meminta investor terlebih dahulu mempelajari prospektus yang memuat informasi mengenai profil perusahaan, kinerja keuangan, strategi bisnis serta rencana penggunaan dana hasil IPO. Setelah perusahaan tercatat, penggunaan dana tersebut juga dapat dipantau melalui Laporan Realisasi Penggunaan Dana (LRPD) sesuai ketentuan POJK Nomor 40 Tahun 2025.

Selain itu, investor perlu memahami model bisnis perusahaan, sumber pendapatan, target pasar, keunggulan kompetitif dan prospek industri yang digeluti.

Penilaian terhadap harga saham juga perlu dilakukan secara kontekstual. Harga nominal yang terlihat murah tidak otomatis menunjukkan valuasi yang rendah. Investor dapat menggunakan indikator seperti Price to Earnings Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV) serta membandingkannya dengan perusahaan sejenis dalam sektor yang sama.

BEI juga mengingatkan bahwa harga saham setelah pencatatan dapat bergerak mengikuti dinamika pasar dan kondisi fundamental perusahaan. Karena itu, keputusan investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko dan ekspektasi masing-masing investor.

Informasi mengenai jadwal penawaran umum, prospektus dan dokumen perusahaan yang sedang menjalani proses IPO dapat diakses melalui portal resmi e-IPO dan situs BEI.

Dengan demikian, BEI menempatkan proses IPO bukan hanya sebagai momentum perdagangan perdana, tetapi sebagai awal perjalanan perusahaan menjadi emiten yang kinerjanya perlu terus dicermati oleh investor.

Comment