banner 728x250

Polda Kepri Berhasil Ungkap Kasus Korupsi yang Merugikan Negara Rp 3 Miliar

  • Share

Batam, suarakepri.com – Dua orang tersangka Inisial RL dan ENS, ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi yang merugikan keuangan Negara sebesar Rp 3 miliyar. Berdasarkan dari hasil laporan Audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan perwakilan Provinsi Kepri.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol, Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si didampingi Kasubdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kepri Kompol, Abdul Rahman, SH, S.Ik, MH, di Media Center Bid Humas Polda Kepri, pada hari Kamis (7/10/2021).

banner 336x280

Kasus Korupsi ini berawal dari penyelidikan Tim Subdit III Tipidkor Dit Reskrimsus Polda Kepri terhadap pengadaan alat ataupun mesin pengolahan tepung ikan yang ada di Kabupaten Lingga. Pengadaan mesin ini melalui BUMD Kabupaten Lingga yaitu PT. PSM yang dimana RL selaku Direktur di Perusahaan tersebut.

Pengadaan barang melalui proses penunjukkan terhadap PT. PIM yang sebagai Direkturnya, Inisial ENS.

Masih sambungnya, RL meminta ENS untuk menghitung kebutuhan dalam pengadaan mesin dan alat untuk proses pembuatan tepung ikan, muncullah angka sebesar Rp 3 miliar.

Selanjutnya RL meminta uang fee sebesar Rp 150 juta, untuk keuntungan pribadinya.

Dari hasil penyelidikan, bahwa pembuatan mesin pengolahan tepung ini ternyata tidak sesuai dengan spesifikasi, pada saat dilakukan pengujian oleh ahli, alat ini tidak bisa meghasilkan tepung ikan.

Proses pengadaan barang dan alat tersebut juga tidak melalui proses yang benar, sebagaimana peraturan tentang pengadaan barang dan jasa melalui proses lelang, dari hal ini dapat dilihat akan timbul kerugian keuangan Negara.

“Dari hasil penyelidikan di lapangan, dilihat ada kerugian keuangan Negara. Penyidik juga telah berkoordinasi dengan BPKP untuk melakukan Audit terhadap keuangan maupun anggaran yang digunakan. Dari hasil Audit BPKP ditemukan kerugian keuangan Negara sebesar Rp. 3.090.726.183,″ ujar Harry.

Ia menambahkan. Terhadap kasus ini penyidik juga telah menyelesaikan proses penyidikannya dan kasus juga telah dinyatakan lengkap oleh pihak kejaksaan yang berdasarkan surat dari Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepri.

“Sebagai Informasi kenapa kami tidak bisa hadirkan tersangka Inisial RL, karena yang bersangkutan saat ini sedang menjalani hukuman pidana penjara selama lima tahun di Rutan Tanjungpinang atas kasus Korupsi Investasi dana jangka pendek disalah satu BUMD di wilayah Bintan dengan kerugian yang dialami Negara sebesar Rp 565 juta,” ungkap Harry.

Adapun barang bukti yang disita antara lain, adalah 1 Unit Mobil merek Honda type CR-V beserta BPKB dan STNK, 1 Unit Sepeda motor merk Honda beserta BPKB dan STNK, 11 Unit Mesin Pabrik dan surat-surat, Dokumen serta rekening Koran.

Sedangkan Pasal yang disangkakan adalah, pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kemudian, pasal 2 ayat 1 yang berbunyi ‘Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara’ dipidna dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta, dan paling banyak Rp 1 miliar.

Dan pasal 3, yang berbunyi ‘Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara’ dipidana dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat satu tahun dan denda paling sedikit Rp 50 juta, dan paling banyak Rp 1 miliar.

  • Share