by

Pjs Bupati Bintan Jadi Redaktur Sehari Tanjungpinang Pos

Penulis : -Bintan-85 views

BINTAN – Pejabat sementara (Pjs) Bupati Bintan Buralimar berkunjung ke redaksi Tanjungpinang Pos di Komplek Bintan Center Batu 10, Senin (26/10).

Saat itu, Buralimar didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Bintan, Wan Rudi Iskandar dan pejabat dari Dinas Kominfo Pemkab serta sejumlah staf.

Dari Tanjungpinang Pos, Buralimar dan rombongan disambut langsung Rida K Liamsi, Pembina Manajemen, M Nur Hakim GM, Zakmi Kamsir Pemred, Martunas dan Abas Redpel serta sejumlah karyawan.

Perbincangan langsung mengalir begitu saja baik itu tentang kondisi APBD di masa pandemi ini, sektor pariwisata yang melesu dan berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) termasuk dengan sejarah.

Saat itu, Buralimar sempat bertanya, jika daerah yang lain di Kepri memiliki nama atau sebutan seperti Bumi Berazam, Bunda Tanah Melayu, lalu Bintan itu apa yang cocok sebutannya.

Rida K Liamsi (RDK) yang juga budayawan nasional dan budayawan Melayu Kepri ini mengatakan, karena sejarah Kerajaan Riau-Lingga bermula dari Bintan, maka itulah Jantung Melayu.

Jika dilihat dari garis sejarah, kata Rida K Liamsi, setelah Kerajaan Sriwijaya Sumsel jatuh, maka perjalanan kerajaan besar lainnya bermula di Bentan, salah satu bekas istana di Kabupaten Bintan saat ini.

Dari Bukit Siguntang datang ke Bentan. Dari sinilah kemudian berpetualang ke Temasek (Singapura) dan membangun kerajaan di sana.

Sebagai Pjs Bupati, Buralimar benar-benar menitipkan program itu untuk diadakan tahun 2021 nanti. ”Untuk APBD 2021, hingga 5 Desember masih saya yang neken. Saya suka budaya dan sejarah ini. Saya akan teken. Titip ya Pak Wan,” kata Buralimar saat dirilis luarbiasa.

Setelah berbincang panjang, Buralimar pun naik ke lantai tiga ke ruang redaksi. Buralimar memilih salah satu komputer redaktur di sana dan mulai bekerja sebagaimana tugas editor.

Buralimar memilih salah satu berita Bintan tempatnya menjadi orang nomor 1 saat ini.

”Saya tambahkan sedikit ya, agar libur panjang (28-30 Oktober) nanti agar warga yang pergi liburan ke pantai, tetap waspada ombak, angin, hujan. Dan yang terpenting lagi jika harus bepergian, protokol kesehatan harus diutamakan,” pesannya lalu memilih judul beritanya untuk terbit hari ini.

Comment

Berita Lainnya