
Lingga Suarakepri.com – Adanya pemangkasan anggaran disetiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk penangan corona virus (Covid-19) tenaga harian lepas (THL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lingga terancam dirumahkan.
Hal ini dibenarkan oleh Kasi Kebersihan Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Lingga, Ari Bayu Pratama, ia mengatakan pemangkasan anggaran itu sangat berdampak buruk bagi kinerja tim kebersihan, sebab selama ini yang membersihkan perkotaan, gedung dan lainnya adalah para pekerja tersebut.
“THL kami kerjanya hanya sampai bulan Agustus 2020 ini saja, dikarenakan adanya pemangkasan anggaran, kami berharap pemda menyikapi bijak, karena THL kami ini sangat dibutuhkan,” kata Bayu kapada Suarakepri.com beberapa waktu lalu, Senin (11/05/20).
Lanjut dia, jika memang anggaran DLH Lingga tetap dipangkas, maka ia memastikan tidak akan ada lagi pekerja yang membersihkan sungai, gedung daerah dan jalan protokol, karna anggaran yang dipangkas dari DLH tersebut salah satunya anggaran gaji pekerja lapangan.
“Kalau tidak ada orang kebersihan pasti sampah di kota akan terlantar, saya meminta kebijakan pemda kepada THL kita bisa sampai 1 tahun, ini pun juga sebagai penunjang kinerja kita,” tuturnya.
Jika melirik kebelakang, jelas dia pada tahun 2017 yang lalu Kabupaten Lingga berhasil mendapatkan sertifikat Adipura kategori kota kecil dan baru pada tahun 2018 lalu Kabupaten Lingga berhasil meraih piala Adipura kategori kota kecil.
Tentu hal itu tidak terlepas dari kinerja dan kekompakan yang diberikan THL DLH Lingga, sehingga penghargaan bergensi tersebut dapat diraih oleh Kabupaten Lingga.
“Karena kota kita ini kota Adipura, kalau memang THL kami cuma sampai di bulan Agustus, ini akan menjadi polimik yang sangat di sayangkan, karena Adipura masih berjalan sampai sekarang,” pungkasnya.
(F,sr).








Comment