Promo FBS
FBS Reliable Broker
Lingga

Aziz Martindaz Angkat Bicara Terkait Koalisi Golkar Nasdem

425
×

Aziz Martindaz Angkat Bicara Terkait Koalisi Golkar Nasdem

Sebarkan artikel ini

Lingga, SuaraKepri.com – Terkait Partai Golkar dan Nasdem sepakat membentuk koalisi nasional dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Lingga, Aziz Martindaz S, Pd, akhirnya angkat bicara.

“Kita Sangat menyayangkan sebagai pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Lingga, terkait pernyataan Erwan Bachrani bahwa ini bisa mengaburkan koalisi yang sudah kita bangun,” kata Aziz, kepada Suarakepri.com, Rabu (01/04/20).

Ia menegaskan, selama ini DPD Partai Golkar Kabupaten Lingga tidak perna berbicara koalisi kepada Partai Nasdem, namun pembicaraan koalisi selama ini, kata dia hanya dilakukan kepada partai-partai selain Nasdem di Kabupaten Lingga.

“Apalagi beliau mengatasnamakan termasuk unsur salah satu pimpinan DPD 1 Partai Golkar mewakili sebagai ketua 1, setelah saya konfirmasih dengan DPD 1 ternyata beliau tidak di usulkan untuk masuk pengurus DPD 1, ini artinya adalah perbuatan yang tidak mengenakkan, karna sudah mencoreng dari etika perpolitikan,” tukas dia menyayangkan.

Lanjut dia, Apakah dengan komunikasi harmonis yang terjalin antara Golkar dan Partai Demokrat serta PKS selama ini, memungkinkan lagi Golkar melakukan koalisi bersama Partai Nasdem.

Oleh karna itu, ia meyakini DPD 1 akan mengambil sikap terhadap persoalan ini, maka setelah dilakukan konfirmasih, tegas ia bahwa ternyata Erwan Bachrani tidak direkomendasikan untuk masuk pengurus DPD 1.

Dengan mengklarifikasi berita yang terbit sebelumnya, Azizi memastikan jika sebenarnya Erwan Bachrani tidak lah didalam kapasitas pengurus DPD 1 Partai Golkar atau pun sebagai Wakil ketua 1.

“Untuk koalisi kita sudah membangun koalisi Golkar, PKS sama Demokrat dan alhamdulilah ini sudah sangat bagus, sudah sangat kondusif, sudah sangat baik dan kalau ini terjadi insyallah kita di dalam kapasitas prolehan kursi, kita sudah sembilan kursi, artinya sudah 45% kita selayaknya untuk mencalonkan diri sendiri, walaupun katakan lah Golkar bisa mencalonkan diri sendiri tampa harus berkoalisi,” ucapnya

“Tapi kekuatan – kekuatan pilkada ini harus kita dorong terus untuk berkoalisi dan tidak tertutup kemungkinan akan ada tambahan – tambahan lain dari partai-partai lain, yang nantinya akan berkoalisi dengan kita,” tambah dia.

Selain itu, untuk menuju tahta mahkota kursi Bupati Lingga, Aziz meyakini jika saat ini kekuatan yang dimiliki Partai Golkar dan koalisi yang ada, hal ini jelas mampu bersaing di Pilkada tahun 2020 mendatang.

“Kenapa kita harus berani mencalonkan diri sebagai bupati, karna memang partai kita masih bisa bersaing dengan Nasdem mereka memperoleh 6 kursi, kita 5 kursi artinya untuk fighting berkompetisi secara sehat kita masih di peluangkan untuk memprebutkan ini, apalagi kita melihat wacana-wacana dari masyarakat ingin adanya perubahan di Kabupaten Lingga, dengan kepemimpinan yang ada,” ujarnya kembali.

Untuk itu, Aziz yang juga menjabat sebagai Wakil ketua 1 DPRD Lingga itu, dengan tegasnya jika saat ini Partai Golkar dan Koalisi hanya memiliki target menuju kursi Bupati Lingga, bukannya menargetkan kursi Wakil Bupati Lingga.

“Target kita adalah Bupati nya, maka ketika teman-teman bertanya apakah Golkar akan berkoalisi dengan Nasdem, bisa jadi, asal Golkar Bupati nya, Nasdem Wakil, tapi kalau Nasdem Bupatinya, Golkar Wakil, saya pikir kecil kemungkinan dan nyaris tidak terjadi kenapa, karna memang kita lagi memploat bahwa kita harus merebut posisi pemimpin di Kabupaten Lingga, nah itu yang saya katakan bahwa saya perlu klarifikasi,” tegas dia.

Sementara itu dari proses alur mekanisme pencalona, selama ini Partai Golkar sudah banyak mengusulkan kanidat, sekitar 9 calon, namun setelah dilakukan kualifikasi ada lima kanidat yang dipilih oleh DPD 1.

Namun kata Aziz berdasarkan rapat terakhir bersama DPD 1, akhirnya DPD 1 Partai Golkar membulatkan hanya satu yang di rekomendasikan dan diusung atau untuk diusulkan ke DPP pusat serta di surve.

Yaitu melalui surat nomor 008 DPD 1 kata Aziz sudah merekomendasikan untuk penegasan dan menegaskan bahwa merekomendasikan bakal calon kepala daerah itu hanya kepada Ir H. M. Ishak.

“Itu jelas-jelas ditegaskan, penegasan dari DPD 1 Partai Golkar, di dalam posisi pengurusan yang baru yaitu bapak H Maruf Maulana. Jadi kita sangat perihatin dengan pernyataan saudara Erwan Bachrani yang menyatakan bahwa beliau di usung oleh Golkar, walau kita tidak menapikan bahwa beliau adalah salah satu kader AMP yang di dalam struktur organisasi pendiri partai, bahwa beliau adalah salah satu dari sisi AMP nya adalah pendiri partai golkar,” kata Aziz

Namun walaupun begitu, Aziz mengaku masih menyangsikan eksistensi Erwan Bachrani bersama partai Golkar, karna selama ini menurut ia, Erwan Bachrani tidak perna berjuang bersama Golkar untuk memenangkan upaya-upaya Partai Golkar.

“Nah ini yang saya klarifikasi mudah-mudahan selepas saya klarifikasi DPD 1 akan mengambil sikap dan akan mengkonterkan pernyataan beliau, untuk mendudukan posisi yang sebenarnya dan kalau dapat kita berharap DPD 1 punya eksistensi untuk lanngsung menegaskan kepada DPP bahwa siapa yang akan kita usung sebagai calon bupati,” harapannya.

Tidak tanggung-tangung dengan lantangnya Aziz meminta hal ini agar segera diatasi, sebab ia mewanti-wanti jika tetap ini dibiarkan tentu dapat merusak koalisi yang sudah terbangun selama ini bersama Partai Demokrat dan PKS.

“Tampa mahar, tampa embel-embel, hanya komunikasi politik yang kita yakini bahwa mampu memenangkan kontestasi politik ini, dan ini sangat menjadi bumerang kita, karna saat ini tidak ada mahar politik sedikit pun di dalam koalisi ini, koalisi yang kita bangun adalah koalisi hati nurani, yang kita yakini akan sanggup memenangkan Pilkada 2020 ini,” imbuhnya.

Penulis : Febrian S.r

Comment