Lingga, SuaraKepri.com – Terkait peredaran BBM di Kabupaten Lingga, Bupati Lingga Alias Wello menduga ada potensi kebocoran jutaan bahkan miliaran rupiah, hal itu berdasarkan hitungan kasar margin harga yang sangat jauh menyusut 10% hingga 20% pada pelaksanaannya.
Bahkan menurut dia, adanya oknum-oknum nakal yang ikut bermain dalam masalah ini, sehingga membuat masalah kelangkaan minyak di Kabupaten Lingga sudah semakin kompleks.
Dalam hal itu, Wello menegaskan bahwa jika kedapatan ada oknum-oknum nakal yang terlibat dalam kelangkaan minyak di Kabupaten Lingga, maka akan berhadapan dengan hukum dan pihak berwajib.
“Kita jangan ragu untuk melakukan penertiban ini, siapapun dibelakang mereka. Jangan sampai timbul dugaan-dugaan di masyarakat bahwa ada bagian dari pemerintah yang ikut bermain di dalamnya,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, tokoh pemuda Kabupaten Lingga, Mandala meminta kepada aparat hukum, dalam hal ini kepolisian, untuk mencari dan menindak siapa pun yang bermain dengan minyak subsidi.
“Untuk menindak lanjuti pernyataan Bupati Lingga, saya meminta kepada penegak hukum khususnya kepolisian, agar mengkroscek di setiap kios BBM yang ada di kabupaten Lingga, jika memang ada yang bermain usut dan tangkap,” kata Mandala kepada Suarakepri.com.
Bahkan, untuk menetralisir oknum yang diduga bermain BBM, dan menjaga BBM dari permainan-pemain nakal, ia meminta pemerintah harus ambil andil serta mengecek secara objektif, kios-kios yang ada di Kabupaten Lingga, hal ini bertujuan agar tidak ada lagi pemilik atau pangkalan minyak yang bisa bermain-main.
“Selain dari itu, saya juga meminta kepada dinas terkait khussunya bagian ekonomi Sekda Lingga, untuk mengkaji delevery order (DEO) agar tidak di monopoli oleh pengusahaa nakal,” tegas dia.
Diketahui, nantinya Bupati Lingga akan membentuk tim yang akan mengevaluasi dan memverifikasi kios-kios secara menyeluruh dan akan dilihat secara detail kelengkapan kios seperti rekom, bangunan, alat ukur, keamanan, dan ia meyakini jika nantinya tidak memenuhi kreteria pemerintah akan mencabut izin BBM.
Penulis : Febrian S.r







Comment