banner 728x250

Buta Tentang Islam, Suku Laut Datangi Kesra Lingga

  • Share

LINGGA – Setelah beberapa hari yang lalu ketua, sekretaris beserta 1 orang anggota perwakilan Gerakan Peduli Suku Laut (GPSL) Lingga mendatangi Kantor KPPAD Lingga.

Hari ini, Kamis (2/2), mereka mendatangi Sekretariat Daerah Pemkab Lingga, Bagian Kesejahteraan Masyarakat (KESRA). Dalam pertemuan ini langsung diterima oleh Kepala Bagian Kesra, H. Akhmad Syukri dan dihadiri juga oleh perwakilan dari Kementrian Agama Kabupaten Lingga.

banner 336x280

Pada pertemuan GPSL bersama Bagian Kesra ini membicarakan masalah Keagamaan Masyarakat suku laut yang ada dikabupaten Lingga.

Mereka meminta kepada Bagian Kesra untuk menugaskan Da’i atau imam di daerah masyarakat suku laut.

“Karena masyarakat suku laut Lingga ini mayoritas beragama islam tetapi mereka masih buta sama sekali dengan pendidikan agama,” ungkap Densi, Perwakilan suku laut.

Kabag Kesra langsung menanggapi hal ini merupakan masalah klasik yang sering dilalaikan. Kata syukri panggilan akrab Kabag Kesra ini, kedepannya kita akan coba dalam kegiatan Ahad Attaqwa dan akan mengevaluasi masalah Taman Pembaca Alquran (TPA), Da’i Motivator, Da’i Daerah Terpencil dan Imam Masjid.

Syukri juga berjanji kepada para aktivis atau komunitas yang peduli terhadap masyarakat suku laut yang ada di Kabupaten lingga ini.

“Kita akan Menempatkan 1 orang Da’i Daerah Terpencil di Selat Kongki pada tahun ini. Dan beliau akan mengadakan rapat bersama Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Kemenag Kabupaten Lingga, Dinas Capil, Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan, Dinas Sosial, Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga, Dinas PU, Baznas Kabupaten Lingga, MUI Kabupaten Lingga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lingga, KPPAD Kabupaten Lingga, Camat Senayang dan Aktivis Atau Komunitas Yang Peduli Terhadap Suku Laut,” Jelas Syukri.

Adapun pertemuan yang akan dilangsungkan ini nantinya akan membahas semua permasalahan yang sangat penting untuk dikedepankan bagi masyarakat suku laut.

“Seperti masalah hak legalitas sipil mereka, pendidikan buat anak anak, keagamaan mereka dan masalah pernikahan resmi mereka,” tambah Syukri.

Sementara itu perwakilan Kemenag yang diwakili oleh Dharmansyahroni J mengatakan dia juga merasa risau dengan masalah nimah resmi masyarakat suku laut.

“Jadi dia berharap agar ada kerja sama dari Dinas Capil untuk memFerivikasi ulang KTP masyarakat Suku Laut karena persyaratan untuk nikah secara Negara harus memiliki kTP secara selama ini mereka sebagian besar memang sudah memiliki KTP tapi agama yang tertera didalam KTP asal aslan. Karena saya pernah turun ke salah satu pulau suku laut yang ada di Lingga ini. Saya bertanya kepada masyarakat agamanya apa mereka bilang agama mereka kristen tetapi di KTP mereka islam,” Ungkap Dharmansyahrony.J. (Ryan)

[sk]

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *