banner 728x250

Mekarkan dan Lantik 11 Desa Persiapan, Bupati Lingga : Ini Tentu Tidak Gampang

  • Share

Lingga, SuaraKepri.com – Bupati Lingga Alias Wello S.IP akhirnya melantik 11 Pejabat Kepala Desa Persiapan Kabupaten Lingga dihalaman Kantor Pemerintah Daerah.

“Kita sama sama melihat, desa persiapan ini menjadi desa mandiri dan para penjabat yang terlantik dapat bertanggung jawab, bekerja keras dalam membangun pontensi wilayah kerjanya serta dapat melaksanakan pelayan yang baik untuk kesejahteraan masyarakat,” Kata Bupati Lingga dihadapan Plt Gubernur Kepri, Senin (20/07/20).

banner 336x280

Selain itu, dari hasil pelantikan PJS ini, 11 desa ini akan dievaluasi terlebih dahulu setiap 6 bulan dalam masa 3 tahun. Jika tidak maju atau mengalami perkembangan yang berarti, maka desa tersebut akan bergabung kembali dengan desa induk.

Alias Wello mengaku memekarkan 11 desa tersebut bukanlah hal yang gampang, namun berkat kerjasama lintas element, akhirnya, jelas ia sudah dilantik 11 kepala desa persiapan dari 75 desa yang telah aktif, maka kedepan akan ada sebanyak 86 desa di Kabupaten Lingga.

“Mengambil langkah pemekaran ini tentunya hal yang tidak gampang, ini bukan hanya kerja Bupati saja atau DPRD saja, melainkan hasil kerja keras kita bersama. Tentunya ini suatu yang sangat luar biasa untuk Kabupaten Lingga yang sama-sama kita cintai ini,” jelas dia.

Untuk diketahui, adapun 11 desa persiapan tersebut yakni, desa persiapan Kebun Nyiur yang dimekarkan dari Desa Batu Berdaun, desa persiapan Cempaka dari Desa Mepar, desa persiapan Buyu dari Desa Rejai, dan desa persiapan Sebung pemekaran dari Desa Baran.

Kemudian, desa persiapan Kentar dari Desa Laboh, desa persiapan Busung dari Desa Mensanak, desa persiapan Berjung dari Desa Batu Belubang, desa persiapan Bendahara dari Desa Posek, desa persiapan  Pasir Lulun dari Desa Resun Pesisir, serta desa persiapan Senempek dari Desa Limbung dan terakhir desa persiapan Air Batu dari pemekaran Desa Sungai Harapan.

Sementara itu, jika nantinya ke-11 desa tersebut memenuhi syarat setelah dilakukannya evaluasi, maka akan dibuatkan dalam bentuk peraturan daerah untuk seterusnya diusulkan ke pemerintah pusat guna menjadi desa definitif, tapi untuk saat ini, operasional 11 desa persiapan masih akan dibiayai dari APBDes desa induk maksimal 30 persen.

Kegiatan itu di saksikan langsung oleh Gubernur Kepri Isdianto di dampingi Kadinkes provinsi Kepri dan anggota DPRD Kepri, usai pelantikan Isdianto juga membagikan paket sembako sebanyak 5.337 dan bukan hanya itu Pemrov Kepri juga menyerahkan sedikitnya kartu iuran BPJS sebanyak 6.337.

Penulis : Febrian S.r

  • Share