banner 728x250

Meski Covid-19, Tiga Orang Kakek Mengayuh Sepeda Berjualan Kerupuk dan Ikan

  • Share

Lingga, SuaraKepri.com – Perjuangan mencari sesuap nasi bukan lah merupakan perkara muda, hidup di garis kemiskinan membuat segelintir orang terkadang harus terus berjuang mengais rezeki meski usia tidak lagi muda, Senin (22/11/21).

Seperti kisah tiga orang kakek penjual ikan dan kerupuk keliling di Pulau Singkep, Aji (75), Azam (72), Bujang (70), kebanyakan diumur lansia seperti mereka ini menghabiskan waktunya di kasur, namun faktanya ketiga kakek ini tetap mengayuh sepeda ontelnya sejauh 28 KM untuk menjajakan dagangannya.

banner 336x280

Kakek Aji, Bujang tinggal di Desa Sedamai sedangkan kakek Azam tinggal di Desa Lanjut, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Provinsi kepri.

“Kalau Atok Aji dan Atok Bujang jualan ikan sedangkan kalau Atok Azam jualan kerupuk,” kata Aji saat ditanya jualannya.

Jika melihat semangat ketiga lansia tersebut harus menempuh 28 KM dari rumah serta berkeliling se Kecamatan Singkep, harusnya anak muda jaman sekarang malu, meski di landa kesulitan, namun mereka tetap berjuang di tengah hantaman virus covid-19.

Pengalaman kurang lebih 40 tahun berjualan ikan dan kerupuk, nyata keterpurukan ekonomi paska covid-19 bukan menjadi halangan, berdagang sejak perusahaan timah jaya mereka mengaku mensyukuri hidup.

“Untuk ikan sama kerupuk ini kami ambil sama orang, kemudian dijual lagi,” ucap Azam dibenarkan kedua temannya.

“Saya masuk ke dalam jualan ke karyawan, tidak apa-apa masuk. Dulu masih ada zaman tambang timah,” tambah Aji.

Sementara itu, Meski tidak pergi secara bersamaan, namun mereka akan pulang bersama dan biasanya akan duduk bersama di warung kopi.

“Biasanya pagi pergi jam 12 lewat atau jam 1 la dari rumah sesudah Zuhur,” ucap ketiganya.

Ketiganya pun menuturkan, mendapatkan penghasilan yang tidak tentu dari hasil jualan mereka.

“Mungkin kalau tidak terbiasa olahraga tak akan kuat. Alhamdulillah kami masih kuat la,” tutur kakek Bujang.

Pada pagi harinya, ketiga kakek ini akan melakukan aktivitas lain seperti berkebun atau memancing, dan baru berjualan pada siangnya.

Setap sorenya, mereka akan kembali dari Dabo Singkep sekira pukul 16.00 WIB, meski tampak lelah, namun tidak ada setutur kata pun yang menunjukkan keluhan mereka.

“Pekerjaan itu kami jalani dengan rasa syukur dan selalu bersemangat, meski usia yang sudah renta,” pungkasnya.

Penulis : Febrian S.r

  • Share