Sebut Masyarakat Memeras, Aliansi Pemuda Peduli Lingga Segel Mess PT. LUG

  • Share

Lingga, SuaraKepri.com – Aliansi Pemuda Peduli Lingga serunduk mess  PT. Lubuk Utama Granit (LUG) yang akan beroperasi di Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga, Rabu (19/01/22).

Hal itu mendasari, sebab PT. LUG diduga mengangkangi kesepakatan bersama masyarakat tentang komitmen yang di buat oleh Direktur PT. LUG yang lama, sehingga di kepemimpinan Direktur yang baru komitmen tersebut di tiadakan.

banner 336x280

“Hadirnya kami di sini adalah untuk menjadi catatan oleh pihak perusahaan, kami minta segala aktivitas PT. LUG di hentikan sementara sampai tuntutan kami di penuhi,” kata korlab 1 aksi Aliansi Pemuda Peduli Lingga, Siswandi, S.I.P.

Dalam tuntutan tersebut Siswandi mempertanyakan persetujuan bangun gedung (PBG).

Bahkan Siswandi menegaskan dengan meminta klarifikasi kepada pihak PT LUG baik secara tertulis maupun Lisan atas pernyataan, bahwa masyarakat telah memeras PT LUG dan jika tuduhan tersebut tidak terbukti maka ia meminta pihak perusahaan untuk melakukan klarifikasi secara tertulis maupun tayangan.

Kemudian tuntutan selanjutnya ia meminta PT LUG agar segera merealisasikan Komitment Kompensasi terhadap Masyarkat dan menghadirkan Direktur (lama) dan (baru) untuk menguatkan kesepkatan sebelumnya terhadap masyarakat.

dan meminta Pemerintah Kabupaten Lingga Untuk mengkaji ulang Izin tersebut, jika hal ini belum dapat di terealisasikan maka Aliansi Pemuda Peduli Lingga dengan sungguh-sungguh meminta segala aktivitas PT LUG dihentikan sementara.

“Kami beri ultimatum 3X24 jika permasalahan ini dan Direktur lama dan baru tidak hadir dan tidak di selesaikan maka kami akan kembali lagi, hal ini kami inginkan untuk kepentingan masyarakat Selayar yang hari terkena dampak dari kepentingan yang tidak sehat,” tegas Siswandi.

Sementara itu, Yusri Mandala menekankan kepada pihak Kepolisian untuk dapat menghentikan aktivitas PT. LUG ini sementara, sesuai dengan penyegelan secara simbolis oleh Aliansi Pemuda Peduli Lingga di Mess perusahaan.

“Mulai hari ini kita menegaskan kepada pihak kepolisian untuk tidak memberikan aktivitas pertambangan ini, karna tambang ini ilegal, kenapa kita katakan pertambangan ini ilegal, karna banyak terkait izin izin yang belum mereka selesaikan, baik itu dari IMB, dan terkait kompensasi kita menegaskan hari ini hak hak masyarakat belum di tunaikan artinya apa, artinya perusahaan ini main main, kita lihat berapa banyak pertambangan yang ada di Selayar tapi masyarakat masih jauh dari sejahtera,” tegasnya.

Diketahui aksi ini melibatkan beberapa OKP kepemudaan di Kabupaten Lingga, yakni Perpat Lingga, HNSI, KNPI dan Melayu Raya, yang mana tujuan dari aksi ini merupakan gerakan sepontanitas tentang keadaan masyarakat Kecamatan Selayar.

Penulis : Febrian S.r

  • Share