Dewan Tinjau Kapal Nelayan Asing Tangkapan TNI AL di Selat Lampa
Natuna, SuaraKepri.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Riau Jumaga Nadeak didampingi Ketua Komisi II Ing Iskandarsyah dan Ketua Fraksi PDI-P Tawarich meninjau kapal-kapal nelayan asing asal Thailand yang berhasil diamankan oleh anggota TNI Angkatan Laut di Selat Lampa, Selasa (12/5/2015). Kunjungan ini dilakukan disela menghadiri rangkaian kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke-6 tingkat Provinsi Kepulauan Riau di Kabupaten Natuna.
Diantara barisan kapal-kapal tangkapan milik nelayan asing tersebut, tampak pula empat unit Kapal Perang miliki TNI AL yang selama ini bertugas mengamankan wilayah laut Natuna dan berhasil menangkapi kapal-kapal nelayan. Kapal Perang milik TNI AL tersebut adalah Kapal Perang Cepat (KPC) Clurit, KRI Silas Papare, KTI Sutedi Senoputra dan KRI Patimura.
Dalam kunjungannya ini para anggota Dewan didampingi langsung oleh Komandan Lantamal (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana TNI AL Sulistyanto, Kasrem Kolonel Sudarmadi dan Dirbimas Polda Kepri Kombes Sumirat.
Menurut Jumaga, kunjungannya ke Selat Lampa disela kegiatan STQ Kepi ke-6 di Natuna ini adalah sebagai bentuk apresiasi untuk para petugas TNI AL yang selama ini sudah bertungkus-lumus mengamankan wilayah laut Natuna dari para pencuri ikan yang datang negara tetangga, disamping juga sebagai bentuk dukungan moril kepada petugas di lapangan.
Dari hasil pemantauan d lapangan, sedikitnya terdapat 18 unit kapal nelayan Thailand yang diamankan oleh TNI Angkatan Laut. Adapun modus operandi nelayan asing ini dengan cara menggunakan kapal milik Indonesia, namun seluruh crew-nya berasal dari Thailand. beberapa unit kapal diantaranya telah ditenggelamkan.
“Indonesia ini kan Negara maritim. Kepulauan Riau sendiri luas lautnya mencapai 96 persen, dan laut itu adalah sumber ekonomi yang sangat potensial dan besar untuk kita kembangkan. Oleh sebab itu, kita berikan apresiasi sebesar-besarnya kepada teman-teman di Angkatan Laut yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik selama ini dengan melakukan penangkapan dan menenggelamkan beberapa kapal nelayan asing yang mencuri ikan di laut Natuna. Hal hal ini perlu kita dukung terus dengan cara apapun juga yang sekiranya bisa kita lakukan bersama pemerintah daerah,” ujar Jumaga Nadeak.
Lebih jauh, Jumaga juga mengusulkan agar kapal-kapal nelayan asing yang berhasil diamankan oleh TNI AL tersebut tidak serta-merta ditenggelamkan begitu saja. Namun dia mewacanakan, alangkah baiknya jika kapal hasil tangkapan tersebut, terutama yang speknya memadai bisa diserahkan kepada koperasi nelayan setempat. Dengan demikian maka akan bisa menambah meningkatkan kesejahteraan nelayan.
“Saya punya wacana demikian. Sayang kalau kapal-kapal itu ditenggelamkan. Maka saya berfikir alangkah baiknya jika kapal tangkapan yang masih bagus diserahkan saja kepada koperasi nelayan setempat. sehingga mereka bisa meningkatkan produksi tangkapannya. Namun, menyangkut hal ini mesti kita pelajari dulu mekanismenya di Kejari setempat, begitu juga bagaimana dengan aturan main di Lantamalnya. Jika ternyata hal itu memungkinkan, maka hal itu akan menjadi modal kekuatan juga bagi para nelayan kedepannya,” kata Jumaga.
Sementara itu, Danlantamal IV Laksamana TNI AL Sulistyanto dalam obrolannya, meminta agar kedepannya pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, dalam hal ini bersama DPRD Kepulauan Riau lebih memperhatikan infrastruktur yang ada di wilayah Perbatasan Natuna ini. “Hal ini mengingat wilayah laut di Kepri sangat luas dan berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga. Dan kita butuh infrastruktur yang kuat untuk mendukung keamanan wilayah perbatasan di Natuna ini,” kata Sulistiyanto.
Menanggapi hal tersebut, Jumaga berjanji akan menyampaikan apa yang diungkapkan Danlantamal tersebut kepada Gubernur Kepulauan Riau agar kedepannya hal-hal seperti ini bisa ditinjdaklanjuti. “Bila perlu kita bangun Polsek apung untuk mengejar pencuri ikan yg berkeliaran diwilayah kita,” ucap Jumaga.
Ketua komisi II Ing Iskandarsyah sendiri pada kesempatan ini menambahkan, untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan setempat terutama dalam hal mempermudah mendapatkan bahan bakar minya. Iskandar mengusulkan agar dibangun bunker minyak di laut Natuna. Sehingga para pengguna kapal laut di Natuna bisa dengan mudah dan cepat mendapatkan bahan bakar minyak.
“Sulitnya mendapatkan bahan bakar minya merupakan problem juga untuk para nelayan disini tentunya. Oleh sebab itu, bila perlu kita bangun bunker minyak disini, sehingga para nelayan disini serta kapal-kapal yang ada disini bisa dengan mudah mendapatkan bahan bakar minyak,” kata Ing Iskandarsyah. (Humas)
[sk]







Comment