NATUNA, SuaraKepri – Pulau karas adalah pulau kecil berpenduduk 663 KK. Keseluruhan warga pulau karas merupakan warga Negara Indonesia.
Penduduk kelurahan karas didominasi oleh etnis/suku melayu, tionghua, buton, minang dan batak. Mata pencaharian penduduk warga karas ialah nelayan,pedagang, PNS, peternak dan pengrajin kecil.
Sebagian besar warga karas ialah sebagai nelayan tangkap, Biasanya nelayan tangkap mencari ikan hanya sendirian ataupun berdua karena melihat kondisi pompong yang mereka gunakan sangat kecil.
Kehidupan masyakat karas ialah bergantung pada nelayan, karena produksi penangkapan nelayan di pulau karas tidak menentu, contohnya hari ini dapat tangkapan ikan, besok atau 2,3 hari kedepan nelayan tidak mendapatkan hasil.
Jadi, dalam sehari nelayan tidak turun melaut mereka sedikit sulit untuk mencari makan untuk hari itu juga, karena hasil dari tangkapan nelayan tersebut langsung dijadikan sebagai lauk pauk mereka.
Masyarakat karas juga memiliki ciri tersendiri seperti hari ini mereka mendapatkan hasil dari tangkapan mereka, mereka tanpa fikir lagi untuk menggunakan dan mengelola apa yang mereka dapatkan seperti menabung untuk keesokan harinya.
Karena mungkin mereka berfikir hasil hari ini untuk hari ini dan besok masih turun melaut lagi.
Namun, ketergantungan masyarakat karas terhadap sumberdaya perikanan sangat besar. Sumberdaya perikanan menjadi pilihan untuk menopang struktur ekonomi masyarakat telah berlangsung lama ini, melihat kondisi ini dapat dikatakan bahwa basis perekonomian pulau karas adalah nelayan tangkap.
Nelayan pulau karas termasuk nelayan tradisional,dan menggunakan alat tangkap yang disesuaikan dengan musim penangkapan jenis ikan target tangkapan.
Alat yang sering digunakan seperti: bubu, jaring udang kara, jaring karang, jaring dingkis,pancing,nyomek,kelong dingkis, dan nyandet. Kebanyakan alat tangkap tersebut dibuat sendiri oleh nelayan dipulau karas.
Karena melihat sarana dan prasarana yang mereka buat tergolong tradisional maka hasil tangkapan mereka pun tidak banyak dan cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Masyarakat karas ini pun juga memiliki keahlian membuat kerupuk dan membuat ikan asin tamban belah. Karena karas sangat dominan dengan ikan tamban.
Jadi, ikan tamban inilah yang mereka olah dan mereka jadikan kerupuk tamban dan ikan asin belah.Ikan tamban ini pun tanpa musim namun ikan ini sangatlah murah.
Dan karena murahnya ikan ini sebagian masyarakat karas menjadikan ikan ini sebagai salah satu hasil sampingan kerja mereka.
Ada saatnya musim ikan ini murah mereka menajdikan ikan ini sebagai ikan asin kering dan di jual hampir mencapai 60 ribu perkilo dengan perhitungan ikan tamban basah 7 kg mendapatkan 1 kilo ikan tamban kering.
Masyarakat Karas memiliki karakteristik yang dominan cendrung masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan dan mereka tergolong masyarakat tradisional yang segala kebutuhan mereka lakukan dengan sendirinya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Penulis/Oleh : Rosa Rahmadini







Comment