Bintan, SuaraKepri – Desa kelong adalah salah satu desa yang ada di Bintan Pesisir, yang memiliki 17 pulau yang berpenghuni hanya 4 pulau saja salah satunya desa kelong .
Desa kelong merupakan pulau kecil berpendudukan 2.428 jiwa yang didominasi oleh etnis atau cina dan suku melayu.
Untuk sampai disana transportasi hanya bisa melewati jalan laut, itu satu-satunya alat transportasi untuk sampai didesa kelong.
Akses menuju pulau kelong terbilang sulit, karena jarang ada kapal besar seperti ferry apalagi kapal roll on off (RORO), karena perairannya dipisahkan selat dengan jarak pulau yang tak terlalu berjauhan untuk menuju kesana kita bisa melawati dari Pelabuhannya yang bernama pelabuhan barek motor jurusan kelong.
Sekitar setengah jam perjalanan laut dari pelabuhan menuju pulau kelong tersebut.
Saat tiba dilokasi, panorama laut terbentang biru menyapa.
Hamparan pepohonan bakau disekeliling pulau menghantarkan kesejukan dan dihiasi susunan rapi rumah-rumah dipesisir yang menyambut kehadiran saya. suara ombak dan mesin pompong menjadi ciri khas daerah tersebut. Dan sangat terasa saat saya datang sambutan kehangatan kekeluargaan dari masyakat kelong.
Kehidupan masyarakat kelong ia tergantung pada laut karena sebagian besar pekerjaannya sebagai nelayan. Masyarakat kelong sangat ramah kepada pendatang baru.
Setiap rumah yang kami lewatin selalu disapa dan diberikan senyuman kehangatan kekeluargaan.
Saya sempat berfikir pulau kelong itu hanya pulau kecil yang penduduknya sedikit, tetapi dari benak fikiran saya itu ternyata salah. Karena ternyata penduduk pulau kelong itu sangat padat apalagi didaerah pesisirnya maupun didaratnya.
Hal menarik adalah bagi masyarakat kelong dalam kemudahan aksesibilitas dari dan ke sumber mata pencaharian lebih terjamin, mengingat sebagian masyarakat pesisir menggantungkan kehidupannya pada pemanfaatan potensi perikanan dan laut yang terdapat di sekitarnya, seperti penangkapan ikan, pengumpulan atau budidaya rumput laut, dan sebagainya.
Juga mereka lebih mudah mendapatkan kebutuhan akan MCK (mandi, cuci dan kakus), dimana mereka dapat dengan serta merta menceburkan dirinya untuk membersihkan tubuhnya; mencuci segenap peralatan dan perlengkapan rumah tangga, seperti pakaian, gelas dan piring; bahkan mereka lebih mudah membuang air (besar maupun kecil).
Selain itu, mereka juga dapat dengan mudah membuang limbah domestiknya langsung ke pantai/laut.
Kehidupan orang-orang dikelong ini masih terasa religius dan tradisional walaupun udah banyak perkembangan dari luar yang masuk kepulau ini.
Tetapi kehidupan bersosialisai antar sesama atau kidup kekeluargaan nya masih sangat kental dan dipegang teguh oleh pulau kelong sampai saat ini.
Masyarakat kelong memiliki karakteristik yang dominan cendrung masyarakat yang bermata pencarian sebagai nelayan dan mereka tergolong masyarakat tradisional yang segala kebutuhan mereka lakukan dengan sendirinya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Intraksi sosial masyarakat kelong terhadap pendatang baru sangat baik dan welcome apalagi terkhusus untuk ibu-ibu rumah tangga yang ada disana. Bukan saja kami bisa mengexplor pulau tersebut tetapi kami dapat menggali ilmu dalam kehidupan yang ada didesa kelong tersebut.
Walaupun hanya sebentar dan sedikit yang saya explor pulau ini tetapi banyak makna pembelajaran kehidupan yang didapat dari masyarakat.
Masih banyak lagi hal-hal unik dan menarik yang bisa di gali dari pulau kelong. Cukup sampai disini dulu cerita pulau kelong, sampai jumpa.
Penulis/oleh : Rapella Desiani







Comment