Tanjungpinang, suarakepri.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tanjungpinang menggelar audiensi dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0315/Tanjungpinang sebagai upaya memperkuat kolaborasi strategis dalam memberantas informasi hoaks yang berpotensi mengganggu keharmonisan hubungan antara pemerintah, TNI, dan masyarakat.
Audiensi tersebut diterima langsung oleh Dandim 0315/Tanjungpinang, Kolonel Inf Abdul Hamid, S.I.P. Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat bahwa media dan TNI memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas sosial, terutama di tengah maraknya serangan informasi palsu dan manipulatif di ruang digital.
Dandim Abdul Hamid menegaskan bahwa sistem pertahanan Indonesia hingga saat ini masih bertumpu pada sistem pertahanan rakyat semesta, sehingga keharmonisan antara TNI dan masyarakat menjadi fondasi utama kekuatan negara.
“Di luar alat utama sistem persenjataan, kekuatan kita adalah rakyat. Karena itu, hubungan TNI dan masyarakat harus tetap harmonis. Di sinilah peran media menjadi sangat strategis,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan keterbatasan personel Kodim 0315 yang saat ini baru terpenuhi sekitar 50 persen, namun harus mengawasi satu kota dan dua kabupaten. Kondisi tersebut menuntut sinergi lintas sektor, termasuk dengan insan pers, dalam menjaga situasi kondusif di wilayah.
Lebih lanjut, Abdul Hamid mengingatkan bahaya serius dari penyebaran informasi keliru, khususnya isu-isu sensitif yang menyentuh aspek suku, agama, dan budaya.
“Teman-teman media harus sangat berhati-hati dalam mengangkat berita. Jangan sampai informasi yang disampaikan justru memicu perpecahan atau bahkan menimbulkan korban jiwa. Harga yang harus dibayar terlalu mahal—darah, konflik berkepanjangan, dan luka sosial yang sulit dipulihkan,” ujarnya.
Menurutnya, Indonesia dengan keragaman suku, agama, dan budaya merupakan negara yang sangat rawan terhadap konflik horizontal apabila informasi tidak dikelola secara bertanggung jawab. Media, kata dia, bisa menjadi alat penyelamat bangsa, tetapi juga bisa menjadi pemicu kehancuran jika disalahgunakan.
“Siapa pun yang menguasai media, dia bisa memengaruhi arah opini publik. Karena itu, profesi wartawan adalah profesi yang mulia sekaligus strategis,” tambahnya, sembari mencontohkan sejumlah tokoh nasional yang berangkat dari dunia jurnalistik.
Sementara itu, Ketua PWI Tanjungpinang, Suhardi, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Kodim 0315 dalam membangun komunikasi dengan insan pers. Ia menilai selama ini tidak ada hambatan dalam akses informasi, termasuk di tingkat Babinsa.
“Kami sangat mengapresiasi keterbukaan komunikasi dari Kodim 0315. Akses terhadap informasi yang valid sangat terbuka, dan ini menjadi modal penting bagi wartawan dalam menyajikan berita yang berimbang dan bertanggung jawab,” ujar Suhardi.
Ia menegaskan bahwa wartawan merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah sekaligus menjadi indikator perkembangan suatu wilayah. Karena itu, PWI Tanjungpinang berkomitmen mengedepankan kolaborasi lintas sektor.
Dalam audiensi tersebut, PWI Tanjungpinang juga memaparkan rencana pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan digelar pada Februari mendatang. Sejumlah rangkaian kegiatan sosial telah disiapkan, mulai dari senam atau jalan sehat, bakti sosial, hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya.
“Visi dan misi kami adalah kolaborasi. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi semua pihak untuk terlibat dan berkontribusi dalam HPN 2026 di Tanjungpinang. Kami berharap Kodim 0315 juga dapat ikut mendukung dan berkolaborasi,” pungkasnya.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara TNI dan insan pers dalam menghadapi tantangan hoaks serta menjaga persatuan dan keutuhan bangsa melalui informasi yang sehat, akurat, dan bertanggung jawab.







Comment