banner 728x250

“Bumi Bunda Melayu Juga Turut Menangis Atas Kepergian Sani”

  • Share
Tampak istri dari almarhum Gubernur Kepri HM Sani, Aisyah Sani saat menaburkan bunga.

Prosesi Pemakaman Gubernur Kepri Diguyur Hujan Lebat

Iringan mobil jenazah saat diguyur hujan lebat.
Iringan mobil jenazah saat diguyur hujan lebat.

Tanjungpinang – Prosesi pemakaman jenazah Gubernur Kepri HM Sani, pada hari Sabtu siang (9/4), di Makam Pahlawan diselimuti dengan guyuran hujan lebat. Zuriat Kerajaan Riau Lingga, melihat adanya cuaca hujan lebat ini menandakan bahwa bunda tanah melayu, Pulau Bentan, khususnya Kota Tanjungpinang (Gurindam) juga merasakan kehilangan sosok HM Sani.

banner 336x280

“Kita dapat melihat sendiri dengan adanya tanda alam yang diperlihatkan Allah SWT, beliau (Sani) meninggal pada hari Jumat, dimana itu adalah hari baik. Saat prosesi pemakaman, yang cuaca sebelumnya panas, tiba-tiba mendadak hujan lebat,” ujar Raja Arifin, perwakilan Zuriat Kerajaan Riau Lingga. "Bumi Bunda Melayu Juga Turut Menangis Atas Kepergian Sani" 3

Arak-arakan jenazah almarhum Gubernur Kepri HM Sani dari Gedung Daerah ke Taman Makan Pahlawan Pusara Bakti di Batu 5 Bawah,Tanjungpinang, disaksikan warga. Sebelumnya, almarhum dishalatkan di Masjid Agung Tanjungpinang selepas shalat Dzuhur berjamaah.

Warga tampak keluar dari rumah dan tempat kerja mereka berdiri di pinggir jalan untuk melihat iring-iringan jenazah HM Sani. Hujan begitu lebat ketika jenazah diserahkan oleh keluarga kepada pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk dimakamkan secara militer.

Hujan juga belum reda ketika jenazah dibawa ke Taman Makam Pahlawan. Hujan yang lebat itu tidak mengurangi animo masyarakat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Sebagian masyarakat terlihat menggunakan payung dan mantel mengikuti prosesi pemakaman. (Harris)

[sk]

  • Share