Tanjungpinang, suarakepri.com — Ruang diskusi interaktif bertajuk Mimbar Pemuda yang digelar dalam rangkaian Bulan Bakti Karang Taruna Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (25/9/2026) malam, mendapat antusiasme dari kalangan pemuda, khususnya mahasiswa.
Kegiatan yang mengangkat tema “Peran Pemuda dalam Pengaruh Media Sosial” tersebut mayoritas dihadiri mahasiswa serta anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tanjungpinang-Bintan. Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan perkembangan media sosial, literasi digital, hingga bagaimana generasi muda mengambil peran di tengah derasnya arus informasi.
Sejumlah isu aktual turut menjadi bahan pembahasan dalam forum tersebut. Salah satunya mengenai penggunaan istilah ground breaking yang sebelumnya disinggung oleh salah seorang narasumber, Roby Patria.
Pembahasan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kepri, Endri Kurniadi, yang turut memberikan pandangan dalam diskusi.
Endri menjelaskan bahwa penggunaan istilah ground breaking merupakan hal yang umum dan biasa digunakan dalam berbagai kegiatan, khususnya dalam acara-acara besar yang dihadiri banyak pihak.
Menurutnya, penggunaan istilah tersebut juga tidak terlepas dari konteks kegiatan yang melibatkan tamu-tamu istimewa dari luar daerah.
“Bahasa ground breaking itu biasa dan umum digunakan saat acara besar, ditambah lagi banyak menghadiri tamu-tamu istimewa dari luar daerah,” ujar Endri dalam diskusi tersebut.
Perbincangan mengenai istilah tersebut kemudian berkembang menjadi diskusi yang lebih luas mengenai bagaimana penggunaan bahasa dan istilah dalam komunikasi publik, khususnya ketika disampaikan melalui media sosial.
Para peserta, terutama mahasiswa dan anggota PMII Tanjungpinang-Bintan, terlihat aktif mengikuti jalannya diskusi. Sejumlah pertanyaan dan pandangan disampaikan peserta, menunjukkan perhatian generasi muda terhadap isu komunikasi publik dan perkembangan informasi di ruang digital.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi forum bertukar gagasan, tetapi juga mendorong mahasiswa dan pemuda di Kepulauan Riau agar semakin aktif dan kritis dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi, edukasi, serta penyebaran informasi yang bertanggung jawab.
Dengan semakin besarnya peran media sosial dalam kehidupan masyarakat, literasi digital dinilai menjadi salah satu kemampuan penting yang perlu terus diperkuat di kalangan generasi muda. (PelRed)







Comment