Tanjungpinang, suarakepri.com — Dalam rangka menyemarakkan rangkaian kegiatan Bulan Bakti Karang Taruna Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sebuah ruang diskusi interaktif bertajuk Mimbar Pemuda siap digelar. Mengusung tema “Peran Pemuda dalam Pengaruh Media Sosial”, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat literasi digital serta meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap dampak positif maupun negatif dari media sosial.
Acara ini akan dilaksanakan pada Jumat, 25 September 2026, pukul 20.30–21.30 WIB, bertempat di Halaman Ramayana Mall Tanjungpinang.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tanjungpinang, Suhardi, yang ditunjuk sebagai salah satu narasumber utama, menekankan pentingnya peran strategis pemuda di era arus informasi yang begitu cepat. Menurutnya, media sosial dapat menjadi pisau bermata dua jika tidak disikapi dengan nalar kritis dan etika berinternet yang baik.
“Pemuda hari ini adalah agen perubahan sekaligus konsumen terbesar media sosial. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton atau bahkan korban dari maraknya disinformasi dan hoaks. Sebaliknya, generasi muda harus mengambil peran sebagai penggerak konten positif, inovatif, dan mampu memanfaatkan media sosial untuk hal-hal yang produktif serta membangun daerah,” ujar Suhardi.
Selain Ketua PWI Tanjungpinang Suhardi, Mimbar Pemuda ini juga menghadirkan akademisi sekaligus penulis ternama Roby Patria, serta Sekretaris Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Katar Kepri, Said Muhammad Idris, S.E., M.Ak.
Kehadiran para narasumber lintas latar belakang ini diharapkan dapat memberikan sudut pandang yang komprehensif, mulai dari perspektif jurnalistik, akademik, hingga keorganisasian pemuda.
Panitia penyelenggara mengimbau seluruh pemuda, mahasiswa, dan masyarakat umum di Tanjungpinang yang ingin berpartisipasi secara langsung untuk segera mengisi formulir pendaftaran secara daring. (Klik disini)
Diskusi ini terbuka untuk publik dan diharapkan dapat melahirkan gagasan-gagasan segar serta kesadaran kolektif demi terciptanya ekosistem digital yang makin sehat di Kepulauan Riau.







Comment