Natuna Dan Anambas, Kembali Gaungkan Provinsi Khusus
Tanjungpinang – Kembali Provinsi Kepri dinilai tidak adil dalam memberikan perhatian untuk kabupaten dan kota.
Dalam pemberian bantuan hewan kurban Lebaran Idul Adha, Kabupaten Karimun kembali mendapatkan perhatian khusus.
Masyarakat Kabupaten Natuna dan Anambas yang merasa dianak tirikan dan ingin memisahkan diri dari Propinsi Kepri, membentuk provinsi baru atau khusus, pada hari Jumat (01/09).
Kenapa tidak, Masyarakat Kabupaten Natuna dan Anambas ingin memisahkan diri membentuk provinsi baru, ini terlihat dari data pembagian hewan qurban yang disampaikan oleh Pemprov Kepri dari salah satu media cetak harian lokal.
Data ini diperoleh dari Biro Kesra Sekretariat Pemprov Kepri terkait bantuan hewan kurban jenis Sapi tahun 2017.
Ini pendistribusian sapi qurban di Kepri data Biro Kesra, untuk Karimun mendapatkan hewan qurban sapi sebanyak 52 ekor, Batam 49 ekor, Tanjungpinang 31 ekor, Natuna 4 ekor, Anambas 3 ekor, Lingga 4 ekor dan Bintan 4 ekor.
Aripin Natuna dalam komentarnya di postingan Facebook (FB) yang ditandai di akun pribadinya mengajak Kabupaten Natuna dan Anambas untuk membentuk provinsi baru.
“Natuna dan Anambas wajib provinsi sendiri. Mari kita lawan ketidak adilan,” ajakan Arifin.
Tidak hanya itu, pemilik akun FB bernama May Zhid juga salah satu Mahasiswa Natuna berkomentar Gubernur Kepri, Nurdin Basirun seperti Provinsi Kepri hanya kabupaten Karimun saja.
“Luar biasa Pak Nurdin, die pikir Kepri ini hanye Karimun saja. Banyak sangat makan mecin nampak, sudahlah pakai dana APBD, bagi tak rate pule,” sindiran logat melayu, May kepada Gubernur Kepri.
Sedangkan jika ingin adil memberi bantuan hewan qurban mengikuti jumlah penduduk, dihitung dari Karimun dapat bantuan terbanyak, maka Pemprov Kepri harus membagi sesuai data sebagai berikut:
Karimun, penduduk sekitar 174.784 jiwa. Bantuan hewan qurban 52 ekor (sekitar 3.361 jiwa per-ekor)
Batam, penduduk sekitar 1.037.187 jiwa, harus dapat bantuan kira-kira 308 ekor, bukan 49 ekor (hitungan 3.361 jiwa per-ekor).
Tanjungpinang, penduduk sekitar
204.194 jiwa, harus dapat bantuan kira-kira 67 ekor, bukan 31 ekor (hitungan 3.361 jiwa per-ekor).
Natuna, penduduk sekitar 100.001 jiwa, harus dapat bantuan kira-kira 30 ekor, bukan 4 ekor (hitungan 3.361 jiwa per-ekor).
Lingga, penduduk sekitar 93.783 jiwa, harus dapat bantuan kira-kira 27 ekor, bukan 4 ekor (hitungan 3.361 jiwa per-ekor).
Bintan, penduduk sekitar
151.123 jiwa, harus dapat bantuan kira-kira 45 ekor, bukan 4 ekor (hitungan 3.361 jiwa per-ekor).
Anambas, penduduk sekitar 45.326 jiwa, harus dapat bantuan kira-kira 13 ekor, bukan 3 ekor (hitungan 3.361 jiwa per-ekor). (Erial)
[sk]







Comment