Promo FBS
FBS Reliable Broker
Tanjungpinang

Tarif Air SWRO Bisa Mencapai Tiga Kali Lipat

449
×

Tarif Air SWRO Bisa Mencapai Tiga Kali Lipat

Sebarkan artikel ini
Menteri PU bersama Dirut PDAM Abdul Cholik dan Rudi Chua saat mengunjungi SWRO.

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Tarif air yang akan diberlakukan melalui  instalasi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau, bisa mencapai tiga hingga empat kali lipat dari tarif biasanya yang diberlakukan oleh Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Kepri. Pembangunan SRWO awal tahun lalu bertujuan untuk meningkatkan pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Tanjung Pinang dengan sumber air baku dari air laut.

Instalasi SWRO Tanjung Pinang yang terletak disebelah Pangkalan Utama TNI-AL (Lantamal) IV Tanjung Pinang ini memiliki kapasitas produksi 50 liter/detik. Besarnya biaya produksi dari SWRO ini akan mempengaruhi tarif air yang kini ada.

Hal ini diakui oleh anggota DPRD Kepri, Rudi Chua bahwa besarnya biaya produksi dapat mempengaruhi tarif air. “Tetapi pengaruhi kenaikan air ini kami harapkan hanya untuk industri dan pelanggan yang menengah keatas seperti Ruko dan lainnya,” ujar Rudi.

Yang membuat biaya produksi melalui sistem SWRO ini diterangkan Rudi karena pengaruhi pembiayaan dari Listrik dan operasional mesin penyaluran air. “Melalui Kementerian PU telah mengusulkan ke Kementerian ESDM tentang permasalahan untuk pembangkit listrik SWRO. Karena ada aturan yang mengatur tentang kebutuhan listrik yang cukup besar untuk mengoperasionalkan SWRO ini,” paparnya.

Senada dengan Rudi Chua, Anggota DPRD Kepri komisi III, Sofyan Samsir menegaskan bahwa sesuai kesepakatan bahwa tarif air melalui SWRO ini diperuntukan hanya untuk Industri. “SWRO ini kan bertujuan untuk menuntaskan permasalahan air di Kota Tanjungpinang. Jadi akan disalurkan untuk industri, sesuai kesepakatan Gubernur Kepri sebelumnya, jadi bukan untuk rumah tangga,” tegasnya.

Anggota DPRD Kepri berjanji untuk akan terus mengawal pelaksanaan SWRO ini apabila telah berproduksi. “Akan terus kita kawal dan awasi apabila berproduksi nantinya,” ungkapnya.

[sk]

Comment