Promo FBS
FBS Reliable Broker
Tanjungpinang

Wali Kota Bisa Tangkap Pencoleng Solar Subsidi, Kenapa Polisi Tidak Bisa?

389
×

Wali Kota Bisa Tangkap Pencoleng Solar Subsidi, Kenapa Polisi Tidak Bisa?

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Tanjungpinang , H. Lis Darmansyah, SH saat berhasil amankan mobil pelangsir solar.

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Dua pencoleng Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang ditangkap Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmasyah, ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Sat Reskrim Polres Tanjungpinang.

Sementara dua orang diduga sebagai penadah minyak solar bersubsidi itu masih berstatus sebagai saksi. “Dua orang pencoleng itu, Ari dan Sodikin alias Paimin ditetapkan sebagai tersangka.”

“Barang bukti dari kedua tersangka, dua unit mobil Isuzu Panther dengan tangki yang sudah dimodifikasi, minyak solar ratusan liter, sebanyak 16 lembar kartu kendali, senjata tajam jenis samurai, satu butir peluru aktif, dan jutaan uang,” ujar Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Reza Morandi Tarigan, Minggu (2/11/2014), saat dirilis Tribunnews.com

Sementara untuk dua orang diduga penadah yang diamankan didua lokasi di daerah Kijang, kata Reza, keduanya masih berstatus saksi. Dari kedua orang saksi, tambahnya, penyidik mengamankan lima ton lebih minyak solar dari atas kapal kayu yang sudah rusak.

Untuk barang bukti minyak solar, jelas Reza, sudah diamankan sebagai bukti nantinya. Keduanya diduga penadah diketahui mendapatkan minyak solar dari kedua pencoleng minyak di SPBU KM 7.

“Untuk kedua diduga penadah itu, penyidik masih mendalami keterangannya dan dari keterangan kedua tersangka pencoleng. Tidak dipungkiri, minyak yang diamankan itu dibeli dari kedua pencoleng.”

“Tidak menutup kemungkinan kedua diduga penadah ditetapkan sebagai tersangka. Tapi kedua tersangka pencoleng itu, keterangan kedua tersangka tidak saling mengenal,” kata Reza.

Terkait adanya keterlibatan oknum aparat yang membekingi kedua pencoleng minyak solar dari SPBU, terang Reza, masih didalami penyidik.

Saat dilakukan penangkapan oleh Wali Kota Tanjungpinang, tambahnya, anggota sempat menemukan KTA salah satu oknum aparat didalam mobil. Selain itu, tambah Reza lagi, anggota juga menemukan satu butir peluru aktif.

“Beberapa barang bukti yang berhubungan dengan oknum parat juga sedang didalami, jika nanti benar adanya akan diserahkan ke instansi terkait.”

“Tapi dari pengakuan kedua tersangka, mobil yang digunakan untak melangsir itu dibelinya sendiri dengan cara kredit. Itu pengakuan kedua tersangka, tapi penyidik tetap mendalaminya,” jelas Reza singkat.

Penangkapan dua mobil dan pelaku pelangsir Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis solar bersubsidi di SPBU KM 7 di Tanjungpinang, Jumat (31/10/2014) lalu oleh Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah.

Tentu saja hak ini menjadi tamparan keras bagi pihak kepolisian, dalam hal ini Polres Tanjungpinang. ‪

Wajar saja bila, masyarakat Kota Gurindam yang juga sebagi Ibukota Provinsi Kepualauan Riau (Kepri) Tanjungpinang mempertanyakan kinerja kepolisian Polres Tanjungpinang yang dipimpin oleh AKBP Dwita Kumu Wardana ini.‬

Bukan tanpa alasan masyarakat Tanjungpinnag mempertanyakan kinerja kepolisian ini. Sebab, beberapa kasus besar yang ditangani kepolisian Tanjungpinang, seperti kasus pembunuhan ibu dan anak di KM 12 Ganet, hingga saat ini belum terungkap.

Pelakunya masih berkeliaran dan menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Selain itu, masyarakat juga dirisaukan dengan, kasus penjambretan yang marak pada bulan kemarin.‬

Bahkan, masyarakat tanjungpinang juga dihebohkan dengan kasus penangkapan penyelundupan solar bersubsidi, oleh jajaran Intel Kodim 0315/Bintan beberapa bulan lalu.

Konon dalam kasus itu melibatkan oknum anggota DPRD Kota Tanjungpinang, berinisial AT dan beberapa orang yang diamankan dan sudah menjadi tersangka kasusnya entah sampai di mana?‬

Polisi Harus Berani Mengungkap

Salah satu tokoh muda Tanjungpinang yang juga pemerhati sosial dan lingkungan masyarakat di Kepri, Dedi Stefano di Tanjungpinang, Minggu (2/11/2014).

Ia menegaskan, penangkapan yang dilakukan Wali Kota Tanjungpinang, terhadap pelaku pelangsir solar di SPBU merupakan tamparan keras. Dan ini sangat memalukan bagi pihak kepolisian.

‪”Wali kota saja hanya seorang diri, bisa menangkap pelaku pelangsir solar yang sudah meresahkan masyarakat.”

“Kenapa dengan pihak yang berwenang atau pihak yang memang memiliki tugas sebagai, pengayom dan pelindung masyarakat dan juga penegak hukum, sepertinya mandul dalam kasus ini,” tegas Dedi yang juga didampingi tokoh masyarakt Tanjungpinang Laode Kamaruddin.‬

Bila ada niat dan komitmen kata Dedi, pihak kepolisian tidak sulit menangkap pencoleng dan perampok minyak bersubsidi ini. Masyarakat saja, bila mau bisa menangkap pelaku tersebut. Namun, masyarakat tidak memiliki hak untuk itu.‬

“Kami sebagai masyarakat Tanjungpinang, meminta kepada pihak kepolisian untuk segera melakukan tindakan tegas bagi pelaku.”

“Yang ditangkap oleh wali kota Tanjungpinang, itu belum seberapa dibanding jumlah pelangsir solar yang sebenarnya.”

“Masyarakat, sudah bosan melaporkkan tentang ini ke pihak berwajib, karena tidak ada komitmen dan tindakan nyata. Ibaratnya saat lakukan razia itu hanya gebrakan sambal saja,” jelasnya.

‪Banyak kasus ditambahkannya, yang menjadi Pekerja Rumah (PR) bagi kepolisian Tanjungpinang yang belum terungkap.

“Kami mengharapkan, agar kasus-kasus yang belum terungkap segera diselesaikan, sehingga masyarakat Tanjungpinang akan hidup tenang tanpa was-was,” jelas Dedi Stefano.

‪Sementara itu Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga menanggapi terkait ini menjelaskan, seharusnya pihak kepolisian, yang berperan aktif dalam hal ini.

Sebab kepolisian memiliki kewenangan dan tanggung jawab penuh dalam hal pemberantasan mafia BBM yang sudah meresahkan masyarakat.‬

“Dengan penangkapan pelaku pelangsir BBM, oleh wali kota Tanjungpinang, jelas ini menjadi acuan bagi kepolisian untuk menegakkan peraturan dan upaya pemberantasannya.”

“Proses pelaku pelangsir ini hingga ke otaknya (sumbernya), jangan hanya terhenti pada pelakunya saja. Pemodal dan yang membekingi juga harus ditangkap,” tegas Ade Angga yang mengaku tengah berada di Jakarta saat dihubungi, Minggu (2/11/2014).

‪Kedepannya juga harap Ade pihak kepolisian melakukan razia rutin, bila perlu tempatkan anggota kepolisian di SPBU yang ada di Tanjungpinang ini.

“Di Tanjungpinang ini, hanya ada berapa SPBU saja. Masa kepolisian tidak bisa back up dalam segi pengamanannya. Saya memberi apresiasi kepada wali kota yang berani, menangkap pelangsir solar yang sudah sangat meresahkan masyarakt kecil ini,” katanya.

“Kita juga meminta kepolisian, agar dapat segera mengungkap kasus-kasus besar yang menjadi PR kepolisian selama ini. Masyarakat mempertanyakan terkait kasus yang besar dan menjadi perhatian publik yang belum terungkap.”

“Dalam waktu dekat ini, kami DPRD akan mempertanyakan kepada pihak kepolisian terkait komitmennya dalam menjalankan keamanan dan ketertiban di tanjungpinang ini,” tegasnya.

Sementara itu Kapolda Kepri Brigjen, Arman Depari saat pelantikan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepri beluma lama ini di Dompak, Tanjungpinang saat ditanya sejumlah wartawan, terkait kinerja kepolisian Polres Tanjungpinang, yang mana banyak kasus besar belum terungkap?

Kapolda saat itu, tidak banyak memberikan keterangan. Ia hanya mengatakan, “Tanya saja sama Kapolres terkait itu,” kata Arman Depari sambil bergegas masuk ke dalam mobil dan cepat-cepat menutup kaca jendela mobilnya.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Jumat (31/10/2014) kemarin, menangkap tangan dua mobil diduga pencoleng BBM solar di SPBU KM 7 Tanjungpinang.

Kedua mobil tersebut masing-masing Isuzu Phanter warna hijau nomor polisi BP 1415 QT dan Isuzu Panther BP 1681 QD.

Aksi penangkapan ini berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB, berawal ketika Lis bersama sejumlah stafnya melintas di SPBU tersebut. Ia curiga melihat antrean kendaraan cukup panjang hingga badan jalan.

Kecurigaan itu terlebih beberapa mobil yang mengantre tersebut dikenal Lis dari sidak yang dilakukan sebelumnya. Berawal dari kecurigaan ini, Lis langsung saja turun dari mobil yang dikemudikan sopir.

Sejumlah mobil tiba-tiba kabur meninggalkan antrean ketika melihat keberadaannya. Diduga mobil rata-rata berjenis Kijang itu adalah pencoleng solar. Namun, dari sejumlah kendaraan yang masih tersisa di antrean, Lis mengenali keduanya.

Mobil yang belum sempat mengisi bahan bakat itu nampak juga akan meninggalkan antrean, namun tak bisa melakukannya karena dalam kondisi terjepit kendaraan lain.

[sk]

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat