TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH meminta Dewan Mesjid Indonesia sebagai wadah koreksi dan evaluasi ditengah-tengah masyarakat dan pemerintahan. Hal ini ia tegaskan saat menghadiri pembukaan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DMI Kota Tanjungpinang, di aula Bulang Linggi Kantor Badan Perpustakaan, Arsip dan Museum Kota Tanjungpinang, Senin (8/6) pagi.
Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH dalam sambutannya menyampaikan organisasi yang baik membutuhkan managemen yang baik juga. Untuk itu saya berharap dengan adanya Musda ini dapat membawa perbaikan pada system mamagemen Masjid sehingga menjadi semakin baik.
“Kegiatan ini sebagai wadah untuk saling koreksi dan evaluasi, sehingga dapat menghasilkan kepengurusan yang lebih baik ke depannya,” cetus Lis.
Semoga pengurus yang baru nantinya, sambung dia, diharapkan dapat memakmurkan masjid serta bisa mengembalikan fungsi dasar masjid yaitu sebagai pusat kegiatan masyarakat dalam mendapatkan pendidikan agama, moral, mental, ekonomi dan sosial.
“Selamat bermusyawarah, semoga dapat menghasilkan pengurus dan ketua terpilih yang mampu dan bisa bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah sehingga dapat memberikan hasil yang lebih baik bagi umat,” tutur Lis.
Peserta kegiatan yang diselenggarakan oleh DMI Kota Tanjungpinan ini adalah utusan-utusan Pengurus Wilayah (PW) DMI Provinsi Kepri sebanyak 2 orang, anggota Pengurus Daerah (PD) DMI Kota Tanjungpinang sebanyak 22 orang, Utusan Masjid Agung Kota Tanjungpinang sebanyak 2 orang dan Utusan PC DMI Se-Kota Tanjungpinang sebanyak 8 orang.
Ketua panitia pelaksana kegiatan , Anasri T, SH dalam laporannya menyampaikan maksud dan tujuan Musda DMI Kota Tanjungpinang ini adalah untuk memilih pengurus DMI Periode 2014-2019.
“Dan juga bertujuan mewujudkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pengembangan masyarakat serta persatuan umat dalam rangka meningkatkan keimanan ketaqwaan, akhlak mulia, kecerdasan umat dan tercapainya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT dalam wilayah Negara Republik Indonesia khususnya di Kota Tanjungpinang,” katanya.
Dalam kegiatan ini juga hadir peninjau yang terdiri dari 1 orang Perwakilan Pemerintah Kota Tanjungpinang, 1 orang Perwakilan Kanwil Kemenag Provinsi Kepri, Perwakilan Ormas Islam 4 Orang, Perwakilan KUA Se-Kota Tanjungpinang 4 orang.
“Perwakilan Masjid/Mushalla Se-Kota Tanjungpinang sendiri yang paling banyak yang diwakili dua orang setiap pengurus, sehingga berjumlah 200 orang dan Perwakilan Masjid Raya Provinsi Kepri dua orang,” ungkap Anasri.
[sk]






Comment