banner 728x250

Lobster Perkembangbiakannya Lambat dan Sedikit, Tapi Masih Ditangkap Secara Berlebihan

  • Share

Oleh : Nurhasima, Mahasiswa Umrah Tanjungpinang

Lobster atau masyarakat menyebutnya udang karang memiliki 5 fase hidup mulai dari proses produksi sperma atau telur, fase larva, post larva, juvenil, dan kemudian dewasa. Dengan fase hidup yang cukup lama itu mengakibatkan lobster berkembangbiak dengan lambat dan jumlahnya pun sedikit pada saat menjadi lobster dewasa.

banner 336x280

Hal tersebut diakibatkan terjadinya overfishing atau penangkapan yang berlebihan di alam bebas. Para pemburu lobster ini biasanya menangkap dan menjual lobster yang masih dalam fase post larva atau juvenil.
Klasifikasi Lobster :
Filum : Arthrophoda
Subfilum : Crustacea
Kelas : Malacostraca
Bangsa : Decaphoda
Suku : Palinuridae
Genus : Panulirus
Species : P. versicolor, P.longipes,
P. ornatus, P.homarus

Lobster ini dijual dengan harga 30 – 100 ribu rupiah per ekornya. Padahal harga lobster ini untuk ukuran yang besarnya dipasaran Nasional maupun Internasional bisa mencapai 3 – 5 juta per kg nya.

Menurut menteri Kelautan dan Perikanan yang lalu, hal tersebut merugikan perekonomian negara dan juga nelayan lokal disekitarnya karena harga yang jauh murah dari harga pasaran.

Menurut Bapak Lek Ade (Minggu, 15/12/2019) di Desa Teluk Bakau, lobster merupakan salah satu biota laut yang dilindungi dan di larang menangkap apabila masih berukuran kecil atau juvenil serta yang sedang bertelur.

Walaupun ada larangan dan dinyatakan sebagai hewan yang dilindungi, masih ada beberapa nelayan yang menangkap dan menjual lobster dengan ukuran juvenil ataupun yang sedang bertelur.

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan No.56/PERMEN-KP/2016 tentang Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster dengan ukuran dan kondisi yang boleh dilalulintaskan yaitu lobster tidak dalam keadaan bertelur dan ukuran panjang karapas diatas 8 cm atau berat diatas 200 gram per ekor.

Untuk masyarakat sekitarpun masih belum ada usaha perlindungan pada biota laut ini agar tetap terjaga kelestariannya di alam.

Karena tingginya permintaan konsumen untuk lobster, mengakibatkan penangkapan lobster semakin besar sehingga populasinya menurun setiap tahunnya.

Nah, untuk pecinta seafood, jangan hanya menyukainya sebagai makanan saja tetapi cintailah pertumbuhan dan perkembangbiakannya di alam agar populasinya tidak terus menurun setiap tahunnya.

Wajib diketahui untuk pecinta lobster ini bahwa menurut Dr. Yusra Firdaus, untuk 3 ons dalam daging lobster mengandung 61 mg kolesterol. Nah, sama seperti udang, kandungan kolesterol ini dapat bertambah apabila dimasak dengan minyak atau mentega.

Jadi sebaiknya untuk kesehatan tubuh Anda dan kelestarian hidup lobster, kita harus meminta sesuai kebutuhan sebagai konsumen dan ikut serta menjaga kelestarian losbter ini agar populasinya terus menurun sehingga mengakibatkan kepunahan.

Oleh sebab itu, marilah kita bersam-sama menjaga dan melindungi biota laut ini. Kalau bukan kita, siapa lagi?

  • Share