banner 728x250

Pengelolaan Manajemen Ekowisata Penyu Hijau Kampung Panglong Desa Berakit

  • Share

Oleh : Nurleni


Mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Jurusan Manajemen Sumberdaya Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

banner 336x280

Kabupaten Bintan Kepulauan Riau Wilayah pesisir adalah surga bagi masyarakat karena memberi peluang kesejahteraan ekonomi, sosial, dan psikologis.

Orang mulai beralih ke laut, karena laut kaya dengan segala keanekaragaman hayati dan ekosistemnya yang apabila dimanfaatkan dan dikelola secara baik dan profesional dapat memberikan dampak bagi kesejahteraan manusia.

Fenomena diatas berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan jumlah penduduk di wilayah pesisir yang semakin pesat. Pengelolaan sumberdaya ikan adalah semua upaya termasuk proses yang terintegrasi dalam pengumpulan informasi, analisis, perencanaan, konsultasi, pembuatan keputusan, alokasi sumberdaya ikan, dan implementasi serta penegakan hukum dari peraturan perundang-undangan di bidang perikanan, yang dilakukan oleh pemerintah atau otoritas lain yang diarahkan yang bertujuan agar sumberdaya ikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan mencapai kelangsungan produktivitas sumberdaya hayati perairan yang terus menerus.


Pemanfaatan sumberdaya pesisir yang tidak terkendali disebabkan oleh persaingan dalam memenuhi kebutuhan hidup, disamping itu juga kegiatan penangkapan ikan yang dilakukan oleh manusia tanpa memperhatikan kaidah-kaidah kelestarian dan berkelanjutan (Wahyudin, 2007).

Hal ini merupakan ancaman bagi keberlangsungan sumberdaya perikanan di masa yang akan datang, maka diperlukan strategi penanggulangan kerusakan ekosistem dengan memperhatikan aspek ekonomi, aspek lingkungan, dan aspek manajemen sehingga sumberdaya perikanan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Kampung Panglong merupakan sebuah kampung wisata yang berada di Kabupaten Bintan, di kampung ini terdapat dapur arang yang unik serta merupakan tempat tinggal bagi suku laut yang dikenal ahli dalam bertahan dilautan, menangkap ikan, serta mampu bertahan hidup diganasnya samudra.

Kampung ini terdapat sumberdaya perikanan yang cukup seperti ikan lambai, ikan delah,kerapu hitam, ikan nemo,dan dugong juga pernah mejadi sektor ekowisata sebelum punah nya hewan ini, lanjut dengan ada nya penyu hijau yang masih ada di daerah tersebut.

Kampung Panglong merupakan sebuah pemukiman yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Salah satu sumberdaya perikanan yang harus di kelola adalah cara nelayan mengambil tangkapan sumberdaya perikanan yang sudah hampir punah salah satunya adalah penyu hijau.

Namun nelayan di daerah ini sejak dulu suka mengambil telur penyu hijau untuk di jadikan obat penambah energi dan di perdagangkan sehingga menjadi suatu pemasukan perekonomian masyarakat pada saat itu, sampai saat ini masih ada saja yang mengambil sumberdaya perikanan ini.

Oleh karna itu perlunya adanya sektor pengelolaan untuk terus di kembangkan,di jaga maupun bisa di jadikan sektor pembudidayaan penyu hijau di kampung panglong yaitu dengan cara terjaga nya ekosistem tempat tinggal penyu sehingga penyu ini bisa betahan hidup dan berkembang biak dengan tidak adanya pengambilan telur penyu terus menerus sehingga tidak punah,sehingga kampung ini tidak hanya di kenal adanya sebuah bangunan unik yang berbentuk seperti kubah. Bangunan tersebutlah yang dulunya menjadi dapur arang.

Selain menggantungkan hidup sebagai nelayan, warga Kampung Panglong dulunya bekerja sebagai pembuat arang. Daerah ini bahkan dikenal sebagai penghasil arang terbesar di Pulau Bintan pada sekitar tahun 1920.

Perlunya alat pendukung untuk melestarikan penyu hijau ini agar tidak punah dan bisa menjadi peluang sektor wisata yang menarik untuk wisatawan luar.

Penyu juga perlu di rehabilitas dengan adanya fasilitas seperti penangkaran. Di penangkaran tersebut bisa digunakan untuk mengobati penyu yang terluka atau sakit dan juga mebantu untuk bertelur sehingga ekowisata penyu hijau dapat berlangsung tanpa mengganggu spesies penyu hijau tersebut.

Dengan adanya fasilitas pendukung dari pihak pemerintah maupun suwasta ikut terlibat dalam perawatan penyu hijau tersebut.

Sehingga penghujung yang datang untuk melihat penyu hijau dapat menyaksikan secara langsung pelepasan penyu hijau yang dalam keadaan sehat dan terawat.

  • Share