Meski Hujan di Tengah Hutan, Para Pelajar Tetap Semangat Mengikuti Ujian ANBK

Salah seorang guru sedang memayungi pelajar yang sedang mengikuti ujian ANBK di tengah hutan Desa Mentude, Kabupaten Lingga. F. Febrian

Lingga, SuaraKepri.com – Setelah viral sejumlah pelajar dan guru sekolah dasar negri (SDN) Desa Mentude, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau mengikuti ujian di Hutan karena tidak memiliki akses jaringan internet, terkuak fakta perjuangan para guru, Rabu (26/10/22).

Saat di konfirmasi Kepala Sekolah SD Desa Mentude Haini mengatakan ujian yang di maksud adalah ujian Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), karna ujian tersebut merupakan kewajiban bagi siswa untuk mengikutinya.

banner 336x280

Namun karna keterbatasan jaringan internet, akhirnya, para guru berinisiatif untuk melakukan ujian di hutan yang berjarak 20 menit dari Desa Mentude ke Pulau Pulau Pulun dengan menggunakan pompang.

“Desa Mentude tidak memiliki jaringan internet, lagi pula antara Desa Mentude dan Pulau Pulun tidak terdapat akses darat, jadi kami harus melewati akses laut untuk menyebrang ke lokasi tersebut yang memiliki jaringan internet, lokasi itu di hutan tapi dekat dengan laut,” kata Kepala Sekolah SD Mentude.

Sedangkan menurut Haini, jumlah siswa yang mengikuti ujian tersebut berjumlah 20 orang siswa-siswi dari kelas 5, dan dua orang siswa lagi berasal dari SD 016 Pulau Pulun, yang mana jelas dia ujian di hutan seperti ini baru perdana dilakukan, sebelumnya dilakukan di Daik Lingga.

“Pompong yang di gunakan itu milik masyarakat, kami sewa selama dua hari, jumlah siswa kami 20 orang yang berasal dari kelas 5 dan 2 orang pelajar lagi dari SD 016 Pulau Pulun, kemudian ujian di hutan ini baru perdana kami lakukan, kalau dulu kami ke daik setiap mau ujian,” ujarnya.

Sementara itu, ia berharap masalah jaringan di Desa Mentude ini segera mendapatkan jawaban, karna ia menyadari keterbatasan yang terlihat hari ini, merupakan penghambatan bagi generasi penerus bangsa.

“Saya berharap karna masalah jaringan ini sudah di tangani oleh desa untuk itu saye hanya minta agar segera terealisasi, karna saya juga tidak bolehkan terlalu jauh mencampuri urusan desa,” pungkasnya.

Penulis : Febrian S.r

Comment