
Lingga, SuaraKepri.com – Material lumpur tanah pembangunan proyek irigasi di Desa Bukit Langkap, Kecamatan Lingga Timur, mengancam nyawa pengendara umum, Minggu (26/04/20).
Melihat hal itu, Zuhardi ketua melayu raya (hi-melaya) korwil Lingga mengecam keras kecerobohan pelaksana proyek irigasi yang membiarkan jalan Bukit Baygon dilumiri lumpur setinggi 5 cm.
“Saya akan melaporkan konsultan pelaksana proyek itu ke Polres Lingga dan akan saya teruskan ke Polda Kepri dan saya juga akan meminta untuk dicek dokumen PT. Tersebut,” tegas Zuai sapaan akrabnya.
Pria yang lahir di Desa Belungkur itu juga mengatakan tidak akan segan-segan menyetop pekerjaan irigasi tersebut jika dalam waktu 1X24 jam masih ditemukan kelalaian kembali, sebab pekerjaan itu ia rasa tidak berdasarkan sistem yang sebenarnya.
“Saya minta jalan masyarakat jangan di gunakan seolah jalan datok kau, berapa banyak pertumpahan darah untuk memperjuangkan jalan itu biar dibangun Provinsi, jangan hanya bisa numpang jalan tapi tidak tau diri, seperti tidak beradap,” kata Zuai
Ia meminta kepada aparat hukum untuk menindak lanjuti prihal ini, sebab jelas dia sudah ada pengendara yang jatuh dijalan tersebut yang diakibatkan lumpur licin.
“Menurut saya proyek ini tidak matang sistemnya, ia seharusnya mereka menjalankan proyek dengan matang dong, masak jalan umum digunakan tapi dibiarkan begitu saja, pokoknya jika ini tidak diindahkan saya akan lakukan baikot,” wanti Zuai.
(F,sr)






Comment