
Lingga, SuaraKepri.com – Zuhardi (37) tokoh pemuda Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri itu memiliki tekad mendedikasikan hidupnya untuk menolong sesama, terbukti selama 3 tahun memimpin ormas Gema Lingga ia mampu mewujudkan jalan penghubung lintas Timur yang menjadi polemi berkesambungan.
Tidak hanya itu, sejak dilakukannya penabalan pengurusan Perhimpunan Melayu Raya Korwil Kabupaten Lingga pada tanggal 28 Januari 2019 oleh Pembina Utama Melayu Raya Kepulauan Riau yang saat itu menjabat sebagai Waka Polda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah.
Zuhardi yang ditunjuk sebagai Ketua Korwil Melayu Raya Lingga, lansung tancab gas dengan membantu masyarakat dalam bidang sosial, bahkan dituntut untuk menjadi role model dari Perpolisian masyarakat dan memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam berbagai persoalan sosial serta terdepan menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.
“Saat saya diberikan kepercayaan oleh Pembina Utama, mulai hari itu saya bertekad akan terus berbuat dan membantu sesama walau hanya semampu saya, hari ini saya dan saudara-saudara saya di Melayu Raya merupakan anak kampung yang ingin bertuan di negri sendiri membantu keluarga saya yang ada di Kabupaten Lingga ini,” kata Zuhardi kepada Suarakepri.com, Jum’at (30/10/20).
Namun, disaat Negara Indonesia pertama kali diserang oleh virus corona (Covid-19), dan Provinsi Kepulauan Riau sebagai wilayah yang berbatasan lansung dengan negara luar, Zuhardi dengan Perhimpunan Melayu Raya nya, dengan sigab melakukan aksi pembagian masker di dua pulau besar Kabupaten Lingga, Dabo dan Daik, masker-masker itu dibagikan dan diberikan atas dasar kemanusian yang mana disaat itu juga Indonesia sedang mengalami kekurang masker.
Tidak sampai disitu, aksi itu kembali dilakukan nya dimana waktu itu Pemerintah Kabupaten Lingga menerapkan Bloking Area, yang mana kapal ferry reguler dan Roro di hentikan untuk sementara waktu, sedangkan kapal kargo diberi izin untuk masuk namun dengan syarat hanya membawa bahan pangan saja.
Namun dengan jiwa kemanusian, anak ketiga dari Ibu Zaimun dan Bapak Bahtiar, Zuhardi mengekspore 20 ton beras dari Kota Batam untuk kemudian di bawak ke Kabupaten Lingga dan dibagikan ke masyarakat yang terdampak covid-19.
Dari 20 ton beras itu, ia bagikan ke 13 kecamatan untuk dipecking dan dibagikan ke masyarakat kurang mampu, yang mana beras-beras itu ia serahkan kepada masing-masing ketua Kecamatan Melayu Raya dan laksamana serta engku putri nya.
“Saya perna susah, perna tidak makan, orang tua kerja serabutan, namun dengan rezeki dan kepedulian Pembina Utama kami juga, kami terus bergerak dibidang kemanusian insyallah kita akan terus berusahan membantu saudara-saudara saya,” ucapnya.
Selain itu, di tengah covid-19 saat ini, Zuhardi bersama laksaman dan engku putri yang berjumlah 1500 orang itu, bersama-sama menggalangkan dana pribadi untuk membantu masyarakat.
Dana yang terkumpul itu pun, jelas Zuhardi diperuntahkan untuk membeli atap daun sebanyak 2000 lebih dan atap daun itu sudah diberikan kepada warga yang rumahnya mengalami kebocoran dan atapnya rusak.
Sambung dia, selain atap rumah, Perhimpunan Melayu Raya Korwil Lingga juga sudah berhasil membangun sedikitnya 9 unit bantua rumah yang dana nya didapatkan dari hasil patung-patungan sesama laksamana dan engku putri.
“Allamdulilah dari 2019 hingga 2020 ini sedikitnya kita sudah membangun 9 unit rumah dari hasil kekompakan, yang terhakhir kita bangun satu unit rumah+KWH untuk seorang bapak dan anaknya berumur 5 tahun yang sebelumnya tinggal di kandang ayam,” ujarnya.
Sementara itu, untuk membantu negara dalam melawan covid-19, Zuahrdi sudah memerintahkan seluruh laksamana dan engku putrinya untuk membantu Kepolisian untuk mensosialisasikan tentang bahaya covid-19 itu sendiri.
Bahkan ia juga memerintahkan Korbit Kesehatan Perhimpunan Melayu Raya Korwil Lingga nya untuk membantu pasien atau warga Lingga yang mengalami kesulitan untuk mengurus admisitrasi perawatan baik pun pasien rujukan ke RSUP Provinsi Kepri.
Tidak main-main Perhimpunan Melayu Raya Lingga juga memiliki rumah singgah di Kota Tanjungpinag untuk membantu warga Lingga tidak memiliki tempat tinggal saat dirujuk ke Tanjungpinang, selain rumah singgah ia menyebutkan Melayu Raya juga memiliki satu unit Ambulance gratis untuk membantu masyarakat Lintas Timur yang hidup dibawah garis kemiskinan.
“Insyallah kami selalu siap membantu siapa saja, ini semua bukan karna saya sendiri, melainkan kerja bersama kami di Melayu Raya, dan kami terus bertekad akan mencoba terus membantu maayarakat walaupun ditengah pandemi seperti ini, kita harus saling menguatkan satu sama lain, karna dengan bersama saya yakin cobaan ini akan mudah dilalui,” pungkasnya.
Diketahui, Perhimpunan Melayu Raya Korwil Lingga sudah menolong dan membantu warga kurang mampu yang di ruju bahkan sakit keras sebanyak 300 lebih dan sampai hari ini Zuhardi masih berjuang membantu masyarakat ditengah keterbatasan dan covid-19.
Penulis : Febrian S.r







Comment