Tanjungpinang, suarakepri.com – Terkait isu mengenai salah seorang pedagang, Dedi (40) yang mengeluhkan pembayaran listrik menurutnya mahal, sebelumnya telah ditanggapi oleh Direktur BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) PT. TMB (Tanjungpinang Makmur Bersama), Fahmi pada hari Rabu tanggal 24 Maret 2021.
Untuk menyesuaikan informasi dari pernyataan Fahmi, tim suarakepri.com mencoba mencari informasi langsung menuju MS dimana tim kami dipertemukan dengan Buyung, Ketua HPMS (Himpunan Pedagang Melayu Square), Sabtu (28/03).
Di lokasi, tim kami mempertanyakan kebenaran dan permasalahan yang disampaikan terkait isu tersebut.
Buyung mengungkapkan bahwasanya memang tidak ada pedagang yang bernama Dedy dan jika memang ada keluhan dari para pedagang mengenai adanya permasalahan seharusnya beliau menyampaikan langsung kepadanya.
“Seandainya memang terdapat keluhan dari para pedagang MS, sebaiknya langsung bicarakan kepada saya jika memang terbukti benar,” ujarnya.
Namun sampai saat ini, Buyung mengatakan sebanyak 22 orang pedagang MS belum ada keluhan apapun yang disampaikan kepadanya, menurutnya Dedy seperti ingin mengadu domba antara para pedagang MS dengan pihak pemerintah.
Sedangkan mengenai pembayaran listrik, Buyung menyampaikan hal itu merupakan kesepakatan bersama antara para pedagang MS dengan pihak BUMD.
“Untuk pembayaran listrik, sebenarnya kami ini masih uji coba sehingga para pedagang sepakat untuk membayar iura sebesar 82 ribu rupiah tiap minggunya,” ungkapnya.
Iuran tersebut digunakan untuk membayar listrik, air, perawatan dan keamanan yang diperuntukkan demi kebutuhan serta keberlangsungan para pedagang, paparnya.
Buyung juga menjelaskan bahwasanya para pedagang sangat berterimakasih sekali kepada pihak yang telah membantu dan memberikan stand secara cuma cuma kepada para pedagang MS.
Dengan adanya bantuan tersebut justru menambah semangat dan keyakinan para pedagang untuk berjualan, karena stand yang awalnya kurang layak sebelumnya kini menjadi sangat bagus seperti saat ini.
“Kami para pedagang Melayu Square yang tergabung dalam HPMS mengucapkan terimakasih banyak kepada pihak BI (Bank Indonesia), BUMD dan Pemerintah Kota yang telah memberikan dukungan kepada para pedagang MS,” pungkasnya.
Mendengar ucapan terimakasih tersebut, Fahmi memberikan respon dengan berharap kepada para pedagang, agar bantuan yang telah didapatkan bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.
“Semoga bantuan yang diberikan dari pihak BI dan Pemerintah Kota Tanjungpinang dapat berguna dan bermanfaat bagi para pedagang MS,” ujarnya.
“Pesan saya selanjutnya, agar para pedagang dapat merawat serta menjaga meja dan kursi yang telah diberikan,” tambahnya.
Fahmi juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pedagang jika pelayanan yang diberikan dirasa kurang maksimal.
“Namun harapan Fahmi selanjutnya agar para pedagang tetap semangat dan dapat menjaga kebersihan makanan demi menjaga kualitas pelayanan dan segera mungkin mengurus logo halal,” tutupnya.







Comment