by

Serah Terima Program BI, MS Resmi Jadi Kawasan Non Tunai

Penulis : -Tanjungpinang-158 views

Tanjungpinang, suarakepri.com – Pemerintah Kota Tanjungpinang resmi menjadikan Melayu Square (MS) sebagai kawasan kuliner pertama kali menggunakan pembayaran secara non tunai, Senin (12/04).

Peresmian dilaksanakan langsung oleh Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.Ip. di lokasi MS Tepi Laut, Tanjungpinang.

Terlihat sebanyak 23 stand kontainer pemberian Bank Indonesia (BI) menggunakan dana CSR telah dipasangi stiker yang menampilkan barcode QRIS.

Direktur Utama PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB), Fahmi sebagai orang yang dipercayakan untuk mengatur dan mengelola stand di MS mengungkapkan bahwasanya, pada hari MS resmi dinyatakan sebagai wilayah kuliner pertama kali yang menggunakan pembayaran non tunai.

Dalam hal ini Fahmi juga menyampaikan, selain untuk merealisasikan wilayah non tunai, kegiatan ini juga menjadi momen penyerahan program BI (Stand Kontainer) kepada para pedagang MS.

Penyerahan program tersebut sangat di apresiasi sekali oleh Fahmi, sehingga Fahmi sangat berterima kasih kepada bank BI yang telah mensupport program tersebut.

“Kami sangat berterimakasih sekali kepada bank BI yang telah mau melancarkan penyerahan program BI kepada para pedagang, sehingga dengan adanya penyerahan dan penggunaan pembayara secara non tunai dapat meningkatkan perekonomian para pedagang MS,” ungkapnya

Fahmi juga berharap kepada seluruh para pedagang MS agar dapat memaksimalkan penggunakan aplikasi non tunai tersebut, sehingga pedagang MS bisa menjadi contoh untuk kawasan wisata kuliner lainnya.

“Kami mengharapkan agar kedepannya program yang telah dibuat oleh bank BI dapat digunakan secara maksimal oleh pedagang MS, dan disamping itu semoga bank lain dapat meniru program bank BI, sehingga kita semua dapat membantu para pelaku UMKM yang ada di kota Tanjungpinang ini,” pungkasnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Musni Hardi K Atmaja mengungkapkan, bahwasanya program ini merupakan salah satu bentuk kontribusi dari bank BI pada negeri atau yang disebut dedikasi untuk negeri.

“Kami bersama pemerintah provinsi Kota, baru saja membentuk tim percepatan dan perluasan digitalisasi daerah (TP2DD), tujuan TP2DD ini adalah untuk mempercepat dan memperluas digitalisasi di daerah,” ucapnya.

Dilain pihak, Buyung sebagai salah seorang pedagang dan juga merupakan ketua Himpunan Pedagang Melayu Square (HPMS), mengungkapkan rasa terima kasih serta mendukung kegiatan tersebut.

“Saya sangat berterimakasih sekali kepada bank BI, BUMD PT TMB dan Pemerintah Kota Tanjungpinang yang telah membantu dan memfasilitasi kami para pedagang Melayu Square, semoga dengan adanya bantuan dari program tersebut dapat memajukan perekonomian para pedagang Melayu Square,” ungkapnya.

“Harapan kami selanjutnya, semoga kedepannya dengan adanya pembayaran online tersebut dapat menunjang kemajuan wisata kuliner khususnya bagi kawasan kuliner Melayu square,” tutupnya.

Comment

Berita Lainnya