Promo FBS
FBS Reliable Broker
Tanjungpinang

Kontribusi 51% Temuan Kasus TB di Tanjungpinang, PKBI Kepri Terus Bergerak

1040
×

Kontribusi 51% Temuan Kasus TB di Tanjungpinang, PKBI Kepri Terus Bergerak

Sebarkan artikel ini
Tim SSR PKBI Kepri program TB. /F: Dokumen PKBI Kepri

Tanjungpinang, SuaraKepri – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kepri melaporkan peningkatan temuan kasus Tuberkulosis (TB) di Tanjungpinang. Sepanjang 2024, tim SSR TB PKBI Kepri berhasil menemukan 250 kasus TB, meningkat dibandingkan dengan 232 kasus pada 2023.

Anggi Widodo, PMEL Staf SSR PKBI Kepri, mengungkapkan bahwa peningkatan ini berkat investigasi kontak serumah dan kontak erat yang dilakukan kader komunitas. Dari total 7.269 orang yang diperiksa sepanjang 2024, ditemukan 482 kasus TB. “Kami berkontribusi 51% dari temuan kasus TB yang tercatat di Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang pada tahun 2024,” ujar Anggi, Rabu (15/01/2024) di secretariat PKBI Kepri.

Menurut Anggi, pergeseran fokus pada 2024, yang lebih menitikberatkan pada kontak serumah penderita TB, menjadi faktor utama peningkatan temuan kasus. “Pendekatan ini memungkinkan kami menemukan lebih banyak kasus, karena kontak serumah memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular,” jelasnya.

PKBI Kepri juga mendorong masyarakat, terutama kontak serumah, untuk tidak takut melakukan pemeriksaan dahak, rontgen, dan Mantoux Test. “Jika hasil pemeriksaan negatif, mereka akan diberikan terapi pencegahan TB untuk melindungi diri dari infeksi,” tambah Anggi.

Selain investigasi, kader komunitas aktif memberikan edukasi tentang TB dan mendampingi warga yang menjalani pengobatan. Hingga kini, PKBI Kepri berhasil mendampingi 138 orang (28%) hingga sembuh total dan 31 orang mendapatkan terapi pencegahan TB (TPT) lebih lanjut sepanjang tahun 2023-2024.

“Kami ingin memastikan warga yang terdeteksi TB tidak hanya mendapatkan pengobatan yang tepat, tetapi juga dukungan mental dan edukasi selama proses penyembuhan,” kata Anggi.

Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader, PKBI Kepri telah merencanakan kegiatan refreshment pada triwulan I 2025. Pelatihan ini bertujuan memperbarui wawasan kader tentang TB, termasuk teknik pencatatan dan pelaporan, sehingga layanan komunitas dapat berjalan lebih efektif.

PKBI Kepri juga bekerja sama erat dengan Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang untuk menangani temuan kasus ini, dimana kegiatan ini di dukung oleh SR Penabulu Kepri. Langkah-langkah kolaboratif diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan dan penanganan TB di wilayah Kota Tanjungpinang.

PKBI Kepri mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap TB dengan rutin memeriksakan diri, terutama jika memiliki kontak erat dengan penderita TB. “Kesadaran masyarakat sangat penting untuk mendeteksi TB lebih awal dan mencegah penyebarannya,” tutup Anggi.

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat