Ayah Sani kembali dipercayakan oleh masyarakat Kepri menjadi Gubernur Kepri untuk Periode 2016-2021. Ia kali ini pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kepri 2015 lalu berpasangan dengan mantan Bupati Karimun, Nurdin Basirun. Dengan lawan yang juga notabene adalah pasangannya pada periode 2010-2015, Soerya Respatiano yang berpasangan dengan mantan Bupati Bintan Ansar Ahmad, Sani sempat diragukan kemenangannya.
Jika Yang Maha Berkehendak sudah memihak, maka tak satu aralpun dapat melintang, begitulah takdir Sani berkata. Bila Yang Satu sudah restu, maka segala ikhtiarpun membujur lalu. Maka seorang anak petani miskin yang nyaris putus sekolah itupun menjadi gubernur, orang nomor satu di ranah Kepulauan Riau. Untung sabut timbul, untung batu tenggelam.
Pada rapat pleno rekapitulasi suara pemilihan Gubenur dan Wakil Gubernur Kepri 9 Desember kemarin itu mengatakan, pasangan Sanur memperoleh suara sebanyak 347.515 suara, sedangkan pasangan nomor urut 2 memperoleh suara sebesar 305.688 suara.
Banyak yang tidak begitu tahu sosok yang pada Pilkada Kepri kemarin disapa Ayah Sani. Untuk diketahui, Drs. H. Muhammad Sani adalah potret anak petani papa yang hidup dalam kesempitan, lalu kemudian menemui jalan benderang dalam hidupnya. Dia menyadari hanya dengan banyak bekerja, belajar dan membangun hubungan baik dengan sesama, hidupnya akan terangkat dari kubangan kemiskinan.
Sejak kecil Sani sudah sudah terbiasa menghadapi kerasnya kehidupan. Saat anak-anak seusianya lebih banyak bermain, Sani malah menghabiskan waktunya di kebun karet dan kelapa sawit. Bekerja menyadap karet, mengumpulkan daun pinang kering, menjadi pemungut bola tenis dan mendorong gerobak menjual air keliling kampung dilakoninya demi membantu ekonomi keluarga dan menutupi biaya sekolahnya.
Hingga suatu ketika dia nyaris tidak bisa melanjutkan sekolahnya. Beruntung, seorang kepala penjara dari Pekan Baru datang berkunjung ke Tanjung Balai Karimun dan bertemu dengan orang tuanya. Kepala penjara ini menaruh simpati setelah melihat keadaan keluarganya. Sani kemudian dibawa ke Pekan Baru lalu disekolahkan. Di kota ini, Sani pernah bekerja sebagai penghitung tamu di kantor kecamatan dan membuat amplop dari kertas bekas.
Bagi Sani, kesulitan dan kesusahan yang dialami adalah golden moment yang bisa dimanfaatkan dengan ikhlas menerimanya, sabar menjalaninya sambil terus berusaha dan berbaik sangka , maka buah-buah manis bakal dinikmati di kemudian hari.
Hidup yang lebih baik mulai menghampirinya setelah dia berhasil menamatkan sekolahnya dari APDN Pekanbaru pada tahun 1972. Setelah tamat APDN, Sani ditunjuk sebagai Camat Mandau (1973-1976). Kemudian pada tahun 1976-1978 dia memegang jabatan sebagai Kabag Personalia sebelum melanjutkan pendidikan di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP). Setelah menyelesaikan pendidikan strata-1 di IIP, Muhammad Sani kemudian ditunjuk sebagai Camat Bintan Timur (1980-1982) lalu ditunjuk sebagai Kabag Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Riau (1982-1985).
Selama delapan tahun (1985-1993), Sani kemudian dipercaya untuk memimpin Kota Administratif Tanjungpinang. Saat dia memimpin di sana, Kota Tanjungpinang tumbuh menjadi kota perdagangan dan jasa serta tujuan wisata yang banyak diminati.

Selanjutnya dari tahun 1993-1995, dia ditarik oleh Gubernur Riau sebagai Kepala Biro Binsos Setwilda Tk.I Riau. Kemudian Muhammad Sani ditugaskan sebagai Sekretaris Wilayah Kodya Batam yang dijabatnya selama lebih kurang empat tahun yaitu dari tahun 1995-1999. Dua tahun berikutnya (1999-2001), dia ditunjuk sebagai Inspektur Wilayah Provinsi Riau yang sekaligus menjabat sebagai Pjs. Bupati Karimun (1999-2000).
Pada tahun 2001, dia mengundurkan diri sebagai Inspektur Wilayah Provinsi Riau karena akan bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati Karimun. Berkat pengalamannya yang luas di bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, Muhammad Sani mendapat kepercayaan dari masyarakat Karimun sebagai Bupati Karimun defintif yang pertama.
Tokoh yang terkenal dengan gerakan Empat Azam-nya dalam membangun Karimun ini telah membawa daerah yang dulunya terbatas dari segi infrastruktur menjadi daerah yang maju. Sektor infrastruktur, pertanian, perikanan, perdagangan dan jasa, serta pariwisata terus mengalami pertumbuhan. Sehingga tidak heran dalam dua tahun kepemimpinannya secara berturut-turut pada tahun 2003 dan 2004, dia dianugerahi Satya Lencana Bintang Melati dan Satya Lencana Pembangunan dari Presiden Republik Indonesia.
Pelan tapi pasti, berkat kepiawaiannya mengelola kekayaan Karimun, tangga menuju orang nomor satu di Kepulauan Riau semakin terbuka lebar. Walikota Tanjungpinang (1985-1993) ini berhasil memikat perhatian Ismeth Abdullah dan meminangnya sebagai Wakil Gubernur guna bertarung di dalam Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Kepulauan Riau pada Juni 2005.
Setelah melalui serangkaian proses pilkada yang berlangsung aman, mayoritas masyarakat Kepulauan Riau memilih pasangan Ismeth Abdullah dan Muhammad Sani sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau yang pertama dan dilantik Menteri Dalam Negeri pada 18 Agustus 2005. Karir lulusan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta ini kemudian makin menjulang setelah duduk menjadi orang nomor satu sebagai Gubernur Provinsi Riau periode 2010-2015, berpasangan dengan Soerya Respationo sebagai wakilnya.
Berkat pengabdiannya yang tak kenal lelah bagi negara, ia telah mendapat berbagai penghargaan dari Pemerintah Pusat Republik Indonesia, yaitu Satya Lencana Karya Satya 30 tahun (1995), Satya Lencana Bintang Melati (2003), Pin Emas dari Menteri Agama RI (2003), Penghargaan Lencana Melati (2003), Satya Lencana Pembangunan (2004), Manggala Karya Kencana (2009), Bintang Tanda Jasa Pratama (2009).
Selain penghargaan dari dalam negeri, ia juga memperoleh Anugerah Sri Gemilang Presiden Pengakap (Pramuka) Melaka–Malaysia pada tahun 2007 dan Penganugerahan Gelar Tun Perak oleh DMDI Melaka–Malaysia tahun 2008. (*)
BIODATA DRS H MUHAMMAD SANI
Nama : Drs H Muhammad Sani
Tempat/Tanggal Lahir : Kundur, 11 Mei 1942
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Istri : Hj Aisyah Muhammad Sani
Anak : Herry Andrianto
Henny Andriani
Riny Fitrianti
Pendidikan Formal
Sekolah Rakyat (SR) di Tanjungbatu tahun 1956
Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Tanjungbatu Tahun 1959
Sekolah Menengah Atas di Pekanbaru Tahun 1963
KDC di Pekanbaru Tahun 1965
Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) di Pekambaru Tahun 1970-1972
Institute Ilmu Pemerintahan (IIP) di Jakarta Tahun 1978-1980
Pendidikan Non Formal Dalam Negeri
Pendidikan dan Latihan Pembentukan Pembantu Jaksa-Kejati Riau 1969
Pendidikan Sekolah Perwira Cadangan Nasional Departemen Dalam Negeri, Jakarta, Tahun 1976
Penataran Kewaspadaan Nasional, Riau, Tahun 1987
Penataran Warga KBG-B Tingkat Provinsi Riau Tahun 1995
Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) BAGI Pejabat Eselon II
dan Bupati/Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Angkatan XXI Tahun 1996
Penataran Manajemen Sektor Ekonomi Strategis Tahun 1997
Lokakarya Analisis Kebijaksanaan Perkotaan Tahun 1997
Pendidikan dan Pelatihan Teknik Fungsional Penataan Ruang dan Manajemen Lahan Perkotaan bagi
Bupati/Walikotamadya KDH Tingkat II dan Pejabat Senior Pengelola Perkotaan Pemerintah Tingkat I
dan Pemerintah Tingkat II Tahun 1998
Pendidikan Non-Formal Luar Negeri
Amerika Serikat, Techniques in Reinventing Government 21 Juli-10 Agustus 1996, kota yang dikunjungi
antara lain: Amherst, Boston Massachusetts, New York City, Washington DC, USA
Belanda, The Urban Management Study Tour in the Netherlands for Bupati & Walikotamadya Phase VII,
Rotterdam The Netherlands tahun 1997, Singapura, dalam rangka Civil Service College tahun 2001
Perjalanan Karir
Kepala Seksi Pemerintahan Kantor Camat Bintan Timur (1967-1969)
Camat Mandau (1973-1976)
Kabag Personalia Kantor Wali Kota Pekanbaru (1976-1978)
Camat Bintan Timur (1980-1982)
Kabag Pemerintahan Kab.Kepulauan Riau (1982-1985)
Wali Kota Tanjung Pinang (1985-1993)
Kepala Binsos Setwilda Tk.1 Riau (1993-1995)
Sekretaris Wilayah Kodya Batam (1995-1999)
Inspektur Wilayah Provinsi Riau (1999-2001)
Bupati Karimun (1999-2000)
Bupati Karimun (2001-2005)
Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (2005-2010)
Gubernur Kepulauan Riau (2010-2015)
Penghargaan dari Pemerintah Pusat Republik Indonesia
Setya Lencana Karya Satya 30 tahun (1995)
Satya Lencana Bintang Melati (2003)
Pin Emas dari Menteri Agama RI (2003)
Penghargaan Lencana Melati (2003)
Setya Lencana Pembangunan (2004)
Manggala Karya Kencana (2009)
Bintang Tanda Jasa Pratama (2009)
Bintang Mahaputra Utama (2013)
Penghargaan Pencapaian Sasaran Tujuan Pembangunan Milenium/MDGs (2013)
Penghargaan Ksatria Bakti Husada Kartika atas peran besarnya dalam pembangunan kesehatan
di Provinsi Kepulauan Riau (2013)
Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya Utama (APE) atas jasa besarnya
dalam memajukan kaum perempuan dan anak di Kepri (2013)
Penghargaan Lain
Penghargaan dalam rangka Penyelenggaraan Pemilihan Umum tahun 1977
Penghargaan atas segala bantuan dan keikutsertaan dalam menyukseskan Pemilihan Umum (1982)
Penghargaan sebagai Panitia Seminar Nasional Kebudayaan Melayu (1985)
Penghargaan atas pelaksanaan tugas dengan sebaik-baiknya dalam rangka penyelenggaraan Pemilihan Umum 1987.
Penghargaan dalam rangka Pameran Pembangunan dan Hapsak Pancasila (1988)
Penghargaan sebagai Penyelenggara Evaluasi dan Kualifikasi Wisata Tirta Angkatan II (1989)
Penghargaan pada Festival Seni Budaya Melayu (1992)
Penghargaan dalam rangka Pembinaan Organisasi Dharma Wanita Kabupaten Riau 1985-1993 (1993)
Penghargaan dan Partisipasi Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional XVII, Pekanbaru (1994)
Penyelenggaraan MTQ Wartawan Asean (1995)
Penyegaran Pembina Penatar P4 oleh BP7 Riau (1996)
Penghargaan atas pelaksanaan tugas dengan sebaik-baiknya dalam rangka penyelenggaraan Pemilihan Umum (1997)
Penghargaan atas Partisipasi, Pengabdian, dan Perjuangan terhadap Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (2008)
Penghargaan MIPI Award (Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia) atas
perannya dalam mewujudkan pemerintahan yang baik dan transparan (2014)
Anugerah KPKRJ (Kerabat Provinsi Kepulauan Riau Jakarta)
Penghargaan Kepramukaan
Penghargaan dalam rangka Mengelola Gerakan Pramuka Kepulauan Riau, masa bakti 1983-1986 (1987)
Penghargaan dalam rangka Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Kegiatan Gerakan Pramuka Kepulauan Riau,
masa bakti 1987-1989 (1989)
Penghargaan dalam rangka Dharma Bakti Memberikan Bantuan Moral dan Materiil yang cukup besar kepada
Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kepulauan Riau dalam Pelaksanaan Program Kerja dari tahun 1983 sampai tahun 1989.
Penyelenggaraan Perkemahan Bersama antara Gugus Depan Sekolah Indonesia Singapura
dan Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Bintan Timur Cabang Kepulauan Riau (1989)
Dharma Bakti Pramuka (1992)
Penghargaan sebagai Pelindung dan Penasehat dalam Kegiatan Lomba Tingkat Empat Regu Pramuka Penggalang (LT IV) (2007)
Penghargaan Museum Rekor Dunia Internasional atas Penyelenggara Penyuluhan Narkoba dengan Peserta Pramuka Terbanyak (2008)
Penghargaan Luar Negeri
Anugerah Sri Gemilang Presiden Pengakap (Pramuka) Melaka-Malaysia (2006)
Penganugerahan Gelar Tun Perak oleh DMDI Melaka-Malaysia (2008)









Comment