BENGKALIS, suarakepri.com – Dalam luasnya pandemi corona virus (Covid-19), tidak jadi penghalang bagi jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkalis, tetap melaksanakan kegiatan proyek swakelola.
Sementara, proyek swakelola dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkalis, banyak dikerjakan khususnya di Bengkalis. Salah satunya, pekerjaan proyek swakelola jalan poros, di jalan Antara, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, pada hari Senin, 27 April 2020, mendapat sorotan serius dari masyarakat.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Swadaya Masyarakat Pemerhati Kinerja Aparatur Negara (DPC LSM PERKARA) Kabupaten Bengkalis Jekson Hunter kepada awak media mengatakan, pekerjaan swakelola dari Dinas PUPR Bengkalis itu yang dikerjakan salah satu perusahaan di Bengkalis, diduga asal-asalan.
“Sebab, pada saat pekerja lagi mengaduk acuan semen dan pasir, bertepatan didepan kantor DPRD Bengkalis, telah menggunakan campuran air Asin. Yang mana, air tersebut bercampur lumpur yang di peroleh dari dalam parit (selokan), di jalan poros tersebut,” kata Jekson kepada pewarta, Rabu, (29/4) di Bengkalis.
Namun, pekerjaan perbaikan di jalan poros tersebut sangat cepat dikerjakan oleh pekerja dari perusahaan yang mendapatkan proyek swakelola itu.

Dikatakan Jekson, dari pantauan saya dilapangan pekerjaan tersebut menggunakan anggaran APBD TA 2020 yang telah dianggarkan oleh pemerintah Kabupaten Bengkalis.
“Dan pada saat proyek tersebut dikerjakan, tidak menggunakan penerapan Perencanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Dan ini, merupakan salah satu bagian utama perlindungan tenaga kerja sehingga proses kegiatan pembangunan berjalan dengan baik dan lancar, keselamatan dan kesehatan kerja pada semua pelaksanaan kegiatan proyek yang sedang berjalan,” tegas Jekson Ketua DPC LSM PERKARA Bengkalis.
Setelah itu, Jekson menanyakan kebenaran pekerjaan perbaikan jalan kepada salah seorang pekerja di jalan poros itu.
“Ia pak, kami menggunakan air di dalam Selokan ini untuk campuran ke Semen dan Pasir untuk di Cor kan ke jalan poros ini, dan sudah keempat titik pekerjaan ini kita kerjakan menggunakan air selokan,” ucap pengakuan narasumber seorang pekerja ke LSM PERKARA yang tidak ingin dipublikasikan namanya.
Saat dilapangan, sambung Jekson, ia meminta kepada salah seorang pekerja proyek tersebut, agar acuan semen dan pasir yang sudah bercampur air selokan itu di buang ke pinggir jalan.
Dengan ini, tegas Jekson, saya akan menyurati secara resmi dan akan melayangkan surat, sekaligus melaporkan pekerjaan tersebut ke penegak hukum. Agar bisa di tindaklanjuti sesuai dari hasil investigasi saya dilapangan,” pungkasnya.
(Sofyan)







Comment