banner 728x250

Sengketa Lahan di 8 Kampung, Warga Ingin Masalah Diselesaikan Dengan Baik

  • Share

Bintan, suarakepri.com – Kasus sengketa lahan sampai saat ini terus terjadi, seperti yang dialami oleh masyarakat 8 Kampung (Kp) di Bintan, Selasa (18/05).

Dimana hingga saat ini status kepemilikan tanah masih tidak jelas kepemilikannya.

banner 336x280

Delapan kampung tersebut adalah Kp. Jeruk, Kp. Raya Dalam, Kp. Raya Luar, Kp. Rampai, Kp. Cendrawasih, Kp. Payalebar, Kp. Tengah, Kp. Kamboja Luar.

M. Zahri Saidi (84) biasa dipanggil Mbah Amad, merupakan salah satu tokoh masyarakat sekaligus saksi hidup terkait masalah ini.

Mbah Amad menjelaskan bahwasanya masalah sengketa lahan antara masyarakat 8 Kampung dengan pihak TNI AL sudah terjadi sekitar 50 tahun yang lalu.

“Masalah ini sebenarnya sudah berkali-kali mendapatkan pertanyaan dari para warga setempat, namun hingga hari ini belum menemukan jawaban,” ungkap Mbah Amad.

“Meski sebelumnya kami telah melakukan audiensi bersama DPR RI, tetapi saat ini masih menunggu Kelanjutannya , dan belum ada jawaban pasti,” tambah Mbah Amad.

Selain itu, Raden Randika selaku pelopor Nasional Kepri menjelaskan bahwasanya pihak masyarakat delapan kampung hanya ingin meminta kejelasan agar masalah ini tidak semakin larut.

“Sebenarnya kami ingin masalah ini cepat terselesaikan dan berharap dapat diberikan pengarahan serta jawaban terkait masalah ini,” ujar Randika.

Randika juga menambahkan, jika memang masalah ini sulit untuk diselesaikan, pihaknya akan mengajukan surat terbuka kepada bapak Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo.

Surat terbuka tersebut bertujuan untuk mendapatkan pencerahan dari bapak Presiden dengan melakukan audiensi bersama para perwakilan masyarakat delapan kampung dan pihak TNI AL.

Randika Juga nenghimbau kepada seluruh masyarakat 8 Kampung lahan sengketa, agar tetap tenang dan berdoa agar permasalahan ini dapat segera diselesaikan dengan baik.

Sementara terkait masalah ini, pihak Lantamal IV Tanjungpinang belum memberikan tanggapan.

  • Share