Lingga, SuaraKepri.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lingga mengalokasikan dana sebesar Rp 110 juta untuk program belanja jasa, termasuk fasilitasi layanan pers, seperti yang tercantum dalam sistem rencana umum pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Informasi ini diungkapkan pada Jumat (1/3/2024).
SIRUP menjelaskan bahwa anggaran tersebut merupakan bagian dari alokasi total pemerintah melalui APBN untuk kegiatan sosialisasi KPU Lingga di media massa.
“Untuk di Pilres ini kita untuk media tidak ada anggarannya, tapi nanti di pelaksanaan Pilkada baru di anggaran untuk publikasinya,” kata Sekretaris KPU beberapa waktu lalu.
Pernyataan itu pun terbantahkan dari hasil penelusuran awak media di lapangan, beberapa hotel di Lingga khususnya Daik, masih ditemukan ruang rapat yang bisa digunakan hingga beberapa hari ke depan.
Meskipun demikian, ketidaksesuaian antara informasi di SIRUP dengan temuan media menimbulkan pertanyaan terkait penggunaan dana publik. Beberapa pihak mempertanyakan apakah alokasi anggaran yang signifikan ini benar-benar diperlukan atau apakah ada potensi pemborosan dalam pengelolaannya.
Begitu yang ditulis dalam website Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dalam sistem rencana umum pengadaan (SIRUP), Namun, sejumlah pihak menilai bahwa penelusuran media mengindikasikan kurangnya koordinasi dan transparansi dalam perencanaan anggaran.
Polemik ini semakin memanas karena menyangkut penggunaan dana publik, yang seharusnya diarahkan pada kepentingan masyarakat. Beberapa tokoh masyarakat dan organisasi pemantau anggaran menuntut klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait terkait ketidaksesuaian informasi di SIRUP dengan temuan lapangan.
“Kita buat live streaming di Facebook, masyarakat bisa melihat langsung prosesnya,” kata Ardhi, mengutip dari media online Harianlingga.com
Sementara itu, pihak hotel di Lingga membantah klaim ketidaktersediaan ruang rapat, menyatakan bahwa fasilitas tersebut masih tersedia untuk digunakan oleh pihak KPU. Hal ini menambah kompleksitas dalam penanganan isu ini dan menunjukkan adanya perbedaan persepsi antara pihak terkait.
Dengan berbagai pihak yang bersiap-siap menyuarakan pendapat dan menuntut kejelasan, skandal ini berpotensi menjadi sorotan utama dalam pemberitaan nasional. Keterbukaan, akuntabilitas, dan efektivitas pengelolaan dana publik akan menjadi sorotan dalam beberapa hari ke depan seiring berlanjutnya investigasi dan klarifikasi terkait isu ini.
Penulis Febrian S.r







Comment