Tanjungpinang, suarakepri.com – Melalui momen peringatan Dies Natalis ke-16 Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia (STTI) Tanjungpinang jalin MOU dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) daerah Kepulauan Riau (Kepri) demi mewujudkan masyarakat yang inklusif, Sabtu (17/06).
Alfan Fernando selaku Ketua Panitia menerangkan bahwasanya kegiatan tersebut lebih kepada event internal untuk para mahasiswa dan civitas akademika dengan mengusung tema “Moving Together” bersama para mitra STTI Tanjungpinang.
Adapun makna dari tema tersebut menurutnya, selama 16 tahun ini mengibaratkan seorang anak muda yang sedang memperbaiki diri untuk jadi lebih baik lagi dengan berbagai macam program unggulan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Alhamdulillah dalam kegiatan Dies Natalis ini kami mengundang beberapa mitra termasuk dari PKBI Kepri, karena disini saya melihat ada kesamaan program salah satunya pencegahan kekerasan seksual di kampus,” ujar Alfan yang juga merupakan Wakil Ketua 3.
Ia juga mengharapkan agar kedepannya STTI Tanjungpinang terus berkembang, dan kerjasama dengan PKBI Kepri saat ini menurutnya banyak hal yang dapat disinergikan, tentunya mengacu pada tridharma, yaitu pemberdayaan, pengajaran, dan penelitian.
“Saat ini mahasiswa kita sudah diberdayakan di bagian komputer, sedangkan dipenelitiannya mungkin kita dapat membahas tentang kekerasan seksual dan minoritasnya, dan tidak menutup kemungkinan SDM kita dapat berkolaborasi dibidang pendidikan dengan PKBI Kepri,” pungkas Alfan.
Dilain pihak. Ahmad Syahroni selaku Direktur Eksekutif Daerah (DED) PKBI Kepri mengungkapkan bahwasanya dengan terjalinnya MOU ini merupakan sebuah peluang besar, karena mengingat PKBI Kepri masih berusia 13 tahun.
“Ini merupakan peluang juga bagi PKBI Kepri melakukan perubahan, dan kita berkomitmen tinggi untuk terus berkolaborasi ditahun mendatang, terutama di kelompok terpinggirkan. Dengan terjalinnya MOU ini banyak hal yang dapat dikembangkan potensinya,” ujar Roni.
Ia juga menerangkan bahwasanya PKBI Kepri sangat tertarik dengan topik dalam kegiatan yang telah dilaksanakan, dimana topik tersebut berbicara tentang membangun sebuah relasi yang setara, dan ini telah sesuai dengan mandat dari inklusi, yaitu membangun masyarakat yang inklusif.
“Hal ini tentunya jelas ada beberapa hal yang telah disinergikan secara langsung. Makanya kami sepakat untuk mengadakan MOU agar kedepannya kegiatan kita bisa lebih konkrit dan efektif dilakukan, agar memiliki kesamaan dan pemahaman yang sama,” pungkas Roni.
Penulis : Tafan







Comment