Peringati Hari Ibu dan Bela Negara
Lingga, SuaraKepri.com – Pemerintah Kecamatan Lingga Timur, menggelar perlombaan taman yang bertajuk perayaan Hari Ibu ke-91 dan Hari Bela Negara (HBN) di pantai wisata Mempanak Desa Sungai Pinang, Rabu (18/12/2019).
Perlombaan ini diikuti beberapa instansi-instansi, mulai dari pemerintahan, kesehatan hingga pendidikan yang berusaha unjuk kreatifitas mengukir taman.
Ketua Pelaksana, Said Hendrik mengatakan giat yang dilakukan sebagai ajang promotor pihak kecamatan untuk mempromosikan tempat wisata, salah satunya pantai Mempanak.
Gagasan ini diambil setelah melihat betapa potensi garis pantai di timur pulau Lingga ini.
“Kami dari kecamatan ingin, pantai ini memiliki daya tarik untuk pengunjung. Paling tidak masyarakat lokal yang ingin berwisata. Namun tidak menutup kemungkinan dengan begini akan menarik pengunjung luar,” kata sekretaris Kecamatan Lingga Timur ini.

Pantai Mempanak, selain sebagai tempat wisata bahari, pada akhir bulan Sapar di tahun Islam juga diselenggarakan wisata budaya mandi sapar. Apalagi tahun ini, telah menjadi spot World Cleanup Day (WCD).
Atas dasar itu, menurut Said Hendri pantai Mempanak sangat wajib dijaga kebersihan, keasrian dengan penataan yang kompleks untuk daya tarik sebagai destinasi wisata.
“Nanti ini, kepada pihak desa bagaimana meneruskan ini. Bisa saja desa membuat kegiatan yang sama dengan lomba taman per RT, kan masih banyak lahan yang kosong yang perlu penataan,” kata dia.
Sebagai terobosan awal, pelaksanaan lomba yang diselaraskan dengan perayaan Hari Ibu ini, kecamatan ingin menampilkan wajah baru pantai dengan kreatifitas-kreatifitas dari peserta.
Menurutnya antusias para peserta sangat mendukung berjalan baiknya kegiatan yang dilaksanakan. Adapun peserta meliputi Desa, Puskemas, SMA, SMP, SD dan peserta Lansia. Hasil kreasi taman para peserta akan dinilai dengan beberapa kriteria dan pemenangnya akan diumumkan besok, usai apel bersama Hari Bela Negara dengan pemerintah kabupaten.
Lanjut Said Hendrik, kecamatan sebagai penggagas. Setelah pengumuman lomba nanti, taman-taman yang telah dibangun dengan semangat gotong royong para peserta ini akan diserahkan kepada pihak desa untuk dijaga.
Sementara itu, Camat Lingga Timur, Muhammad Arif juga berharap setelah pihak desa bisa melakukan pengembangan selanjutnya.
Tidak hanya Sungai Pinang, tetapi beberapa desa di Lingga Timur juga diharapkan bisa melakukan program yang sama seperti kecamatan, misal di pantai Desa Pekaka, pantai Serim di Desa Kerandin, bahkan garis pantai Dungun yang potensil di Desa Belungkur.
“Kita ada banyak pantai. Ini salah satu daya darik pengunjung. Jadi kami harap desa-desa bisa meneruskan menata pantai walau sederhana dengan semangat gotong royong masyarakat, tidak perlu anggaran besar,” ucap dia.
Penulis : Febrian S.r







Comment