Promo FBS
FBS Reliable Broker
Lingga

Problematika Genangan Lumpur Dibukit Baygon, Zuhardi Meminta Pelaksana Utamakan K3

472
×

Problematika Genangan Lumpur Dibukit Baygon, Zuhardi Meminta Pelaksana Utamakan K3

Sebarkan artikel ini

Lingga, SuaraKepri.com – Mengiring satu pergerakan sebuah aliansi masyarakat Lingga yang di mulai sejak tahun 2016 menuntut Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk membangun lintasan penghubung Kecamatan Lingga Timur, Senin (27/04/20).

Aliansi Masyarakat Lingga terus berjuang dari tahun ke tahun, agar mendapatkan sebuah kepastian pembangunan jalan penghubung, hingga pada tahun 2019 lalu, jalan yang di damba-dambakan oleh warga yang berada di Lintas Timur Pulau Lingga tersebut bisa bernafas legah dengan dibangunnya 3 kilometer (KM) lebih jalan aspal.

Zuhardi yang saat itu memimpin ormas Gema Lingga yang bergerak bersama-sama mahasiswa, tokoh masyarakat, LAMI, tokoh pemuda dan beberapa ormas/OKP, menuntut Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat itu untuk menganggarkan pembangunan jalan yang menjadi kewajiban Pemprov Kepri.

Tentu dengan kejadian beberapa hari ini terkait pembangunan Irigasi di Desa Bukit Langkap oleh Balai Wilayah Sungai Sumatra V (BWSS) di Bukit Baygon cukup membuat beberapa elem masyarakat marah, sebab jalan yang mulus hasil dari perjuangan harus dikotori oleh lumpur setinggi 5 cm.

“Dulu kami anak kampong berjuang untuk dapatkan jalan ini, jadi tolong kami minta jangan seenak kalian kotori jalan ini, hari ini dengan genangan lumpur licin dijalan, kami harus kembali mendengarkan keluhan masyarakat, hargai jerih payah orang lain,” kata Zuai sapaan akrabnya kepada Suarakepri.com.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga Selamat di dampingi Kanit Lantas Polsek Daik, Brigadir Iwan melakukan sidak di lokasi kemp pembangunan Irigasi Desa Bukit Langkap, atas laporan masyarakat pada tanggal 18 April 2020 lalu.

Selamat saat itu meminta pihak proyek untuk mengutamakan keselamatan pengendara umum, sebab lumpur-lumpur yang diakibatkan oleh truk pengangkut tanah tersebut sudah membuat kubangan lumpur dijalan sehingga sangat berdampak buruk bagi masyarakat.

“Jika kedepannya masih ada hal sedemikian oleh pihak pelaksana proyek, maka kita tidak segan-segan akan memberikan sanksi penutupan penggunaan akses untuk kendaraan angkutan proyek tersebut,” tegas Selamat saat itu.

Harusnya dari hasil sidak Kadishub Lingga bersama Kanit Lantas Polsek Daik beberapa waktu lalu, pihak pelaksana bisa menarik benang merah dari atensi tersebut dan tidak kembali mengulangi hal yang sama.

Melihat hal itu, Zuhardi yang saat ini mempimpin Melayu Raya (Hi-Malaya) Korwil Lingga mengutuk keras kelalaian pihak pelaksana yang berulang, bahkan ia menegaskan jika permasalahan yang sama terus terjadi, ia tidak akan segan-segan akan melakukan baikot.

“Saya sudah peringatkan dari awal sebelum saya ke Belungkur, untuk dapat dibersihkan, lama saya di rumah orang tua saya sebelum saya pulang lagi ke Daik, tapi saat saya melewati jalan itu lagi, rupanya masih belum dibersihkan juga, ditambah satu pengendara yang mengeluh ke kami terkait jalan licin. Tapi alasan pihak pelaksana menunggu mobil Damkar,” ujarnya

Tidak hanya itu, ia juga sudah meminta kepada pihak penegak hukum dan intansi terkait untuk mengecek dokumen serta K3 proyek Irigasi Bukit Langkap itu, karna hal ini menurut dia perlu dilakukan, sebab ia menduga proyek tersebut tidak matang.

“Kami tetap akan melayangkan surat ke Polres Lingga dan akan kami teruskan ke Polda Kepri untuk mengecek dokumen dan K3 Proyek Irigasi Bukit Langkap itu dan kami tidak segan-segan untuk menjadi garda terdepan untuk masyarakat,” pungkasnya.

(F,sr).

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat