Natuna, suarakepri.com – Mercusuar adalah menara yang dibangun dengan tujuan untuk kepentingan pelayaran. Bisa dikatakan bahwa Mercusuar adalah rambu lalu lintas di laut.
Dengan dimikian, Mercusuar termasuk Alat vital yang harus selalu dijaga demi keselamatan pelayaran. Untuk itu, mercusuar harus ada yang mengawasi dan menjaga agar tetap beroperasi secara terus menerus.
Media suarakepri.com beberapa waktu lalu sempat bertemu dan mewawancarai Aditanaya (34), sang penjaga mercusuar di Pulau Semiun. Pulau Semiun merupakan Pulau Terluar NKRI yang berada di Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
“Bekerja di dinas navigasi sejak januari 2020. Sebelum direkrut menjadi penjaga mercusuar Pulau Semiun, awalnya menjadi nelayan dan tinggal di pulau Semiun,” bebernya kepada suarakepri.com.
Menurutnya, menjadi penjaga mercusuar menjadi pengalaman tersendiri baginya seorang anak pulau.
Selain itu, menjadi seorang penjaga mercusuar merupakan bentuk pengabdiannya kepada kampung halaman serta juga menjadi kebanggaan bisa membantu kelancaran pelayaran.
“Senang sekali, karna saya bisa bekerja sebagai penjaga menara suar di kampung saya sendiri,” ujarnya.
Diceritakannya lagi, menjadi penjaga mercusuar di pulau terluar NKRI ada suka dan dukanya. Disaat musim utara yang terkenal dengan angin kencang, pernah mengakibatkan atap rumahnya berterbangan.
“pas waktu angin kuat, atap rumah yang saya tinggal atapnya pada terbang. Angin nya kuat sekali,” Ucap Adi menceritakan pengalamannya.
“Apalagi pas persedian habis di saat musim utara. Ia tidak bisa menyeberang ke pulau laut (Kecamatan yang terdekat dengan pulau semiun-red). Dan banyak lagi kalau kita ceritakan,” tambahnya.
Untuk logistik menjaga Mercusuar, kata Adi, Logistik di kirim langsung oleh Kapal navigasi 6 bulan sekali. Namun, dirinya juga sering menitip barang keperluan sehari-hari kepada nelayan yang singgah di pulau.
Aditanaya saat ini di karunia 4 orang anak yang menetap di kecamatan pulau laut. Sebagai seorang ayah, rasa rindu ingin berkumpul tetap ada, namun ia tetap tegar jauh dari keluarga untuk menjalani pekerjaannya menjaga mercusuar.
“Kadang saya dua bulan sekali pulang ke pulau laut, itupun kalau ada nelayan yang singgah di Pulau Semiun. Selain untuk members perlengkapan saya sempatkan menemui keluarga untuk melepas rindu. Dalam waktu 2 atau 3 hari balik lagi ke semiun,” tuturnya.







Comment