SuaraKepri, Natuna – Puluhan Warga Kelurahan Batu Hitam melakukan aksi demonstrasi di Pangkalan TNI Angkatan Laut Ranai. Senin, (26/08) Pagi.
Demonstrasi ini berkaitan dengan resahnya warga terhadap Warga Negara Asing yang berkeliaran di sekitar Kelurahan Batu Hitam Ranai.
Masa aksi menuntut Lanal Ranai memulangkan WNA asal negara vietnam yang merupakan pelaku ilegal fishing tangkapan Angkatan Laut.
“Ini berada dalam tanggung jawab Lanal Ranai, hal ini dilakukan karena keberadaan nelayan asing ini sudah sangat meresahkan warga, karena sering berkeliaran dan membuat onar,” ucap salah seorang Pendemo.
Aksi demonstrasi yang semulanya berjalan aman mulai memanas. Puluhan pendemo memaksa masuk ke Mako Lanal Ranai yang dijaga ketat oleh personil TNI AL yang sudah siaga satu di depan gerbang Mako Lanal.
“Kami ingin bertemu Danlanal saat ini juga. Kami tidak ingin WNA Pelaku Ilegal Fishing berada di daerah kami,” Pekik Korlap Aksi.
Aksi dorong antara pendemo dengan Personil TNI AL tidak dapat di elakkan. Dengan kekuatan penuh, Personil TNI berusaha menahan supaya pendemo tidak masuk ke Mako Lanal Ranai. Semprotan Water Cannon pun dilakukan untuk membubarkan pendemontrasi.
Untuk meredam kemarahan pendemo, sejumlah Personil Angkatan Laut mengambil inisiatif mempertemukan Korlap Aksi Demonstrasi dengan Wakil Danlanal Ranai.
Dalam pertemuan tersebut akhirnya dicapai kesepakatan. Dimana Pangkalan TNI AL Ranai berjanji akan menindak lanjuti permintaan para demonstransi.
Akibat demontrasi ini, salah seorang demontrasi terluka dan pingsan di tengah tengah kerumunan pendemo.
Demonstrasi yang dilakukan oleh warga Batu Hitam itu merupakan simulasi penanganan huru hara demonstrasi di Markas Komando Lanal Ranai, dalam rangka uji trampil latihan pangkalan penanggulangan huru hara yang dilakukan Lanal Ranai.
Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, disela- sela kegiatan menjelaskan,dalam latihan ini melibatkan hampir seluruh personil di Mako Lanal Ranai, dengan tujuan memantau kesiap siagaan dari Lanal Ranai dalam menghadapi berbagai ancaman dan gangguan.
“Dalam hal ini kita juga uji trampil dan kesiap siagaan Lanal Ranai, dan seluruh personil kita libatkan,” jelas Danlanal.
Selain latihan penanggulangan huru hara, juga dilakukan uji renang,tembak, uji trampil latihan pertahanan pangkalan,bahaya udara,PBB,ujiPeraturan Dinas Dalam Khas (PDDKhas), dan uji Peraturan Dinas Tentara (PDT).
Latihan tersebut mendapat pantauan langsung dari tim penguji Komando Latihan (Kolat) Koarmada 1. 5 orang tim penguji dibawah Komandan tim Letkol Laut (P) A.M. Lubis yang melakukan pengujian diwilayah Koarmada 1.
Menurut Letkol Laut (P) A.M. Lubis, dari penilaian awal pihaknya Lanal Ranai telah sesuai prosedur yang ditetapkan, dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.
“Untuk penilaian sudah masuk dalam ideal sebuah pangkalan,dan semua yang dilaksanakan sesuai kriteria yang berlaku,” ujar A.M. Lubis.
Kegiatan uji terampil di Lanal Ranai Ranai dilaksanakan selama 4 hari mulai Sabtu (24/8/2019) hingga Selasa (27/8/2019).
Selain personil Lanal Ranai, uji trampil juga diikuti oleh anggota Marinir Kompi Setengar dan personil Lanal Ranai yang ada di setiap Pol TNI AL Ranai.
Laporan : M ROZALI







Comment