Tanjungpinang, SuaraKepri – Aksi gerakan keprihatinan masyarakat Provinsi Kepri akan ditunda sehari, pada 13 Maret ini, akan tetap berlangsung di Bundaran Dompak, Pusat Pemerintahan Provinsi Kepri.
Salah satu Koordinasi Lapangan (Korlap), Jusri Sabri mengatakan bahwa pada tanggal 12 Maret 2018 nanti, akan dimanfaatkan untuk berdialog dengan tokoh masyarakat.
“Pada tanggal tersebut akan kita pergunakan untuk menampung aspirasi tokoh masyarakat (Tomas) sehari sebelum aksi. Untuk aksi ini saya akan bertindak sebagai penanggung jawab bersama Andi Cori Fattahuddi, dan Chaidar Rahmat sebagai sekretaris,” ujar Jusri Sabri saat menyampaikan langsung dengan redaksi SuaraKepri, Rabu (28/02).
Berdasarkan rencana dari aksi keprihatinan ini, Jusri menegaskan bahwa ada sekitar seribu massa yang akan turun dalam aksi ini.
“Dari mahasiswa saja sudah sekitar 600 orang, belum lagi dari kabupaten dan kota se-Kepri,” tegasnya.
Untuk ijin aksi ini, Jusri menjelaskan bahwa perijinan keramaian akan melalui Polda Kepri.
“Itu berdasarkan saran dari Kapolres Tanjungpinang karena melibatkan massa dari kabupaten dan kota se-Kepri. Akan kita masukkan pada tanggal 8 Maret ini,” jelasnya.
Dari rencana sebelumnya, aksi ini akan tetap berkaitan dengan kebijakan Gubernur Kepri yang tidak pro-rakyat.
“Banyak hal yang akan kita sampaikan dalam aksi ini, perihal keprihatinan masyarakat Kepri terhadap kepemimpinan Nurdin Basirun sebagai Gubernur Kepri,” ungkapnya.
Penulis: Erial







Comment