Promo FBS
FBS Reliable Broker
Tanjungpinang

Harga Pangan Terkendali, Pemko Tanjungpinang Perkuat Stabilitas Lewat Operasi Pasar

20
×

Harga Pangan Terkendali, Pemko Tanjungpinang Perkuat Stabilitas Lewat Operasi Pasar

Sebarkan artikel ini
Kepala Disperindag Kota Tanjungpinang, Riany saat ditemui langsung di halaman Gedung Tengku Mandak, Bintan Center, Tanjungpinang, Kamis (10/09). /F: Thafan Casper

Tanjungpinang, suarakepri.com — Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) menggelar operasi pasar murah sebagai langkah menjaga ketersediaan bahan pokok sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Bank Indonesia tersebut berlangsung selama dua hari, 9–10 September 2026, di halaman Gedung Tengku Mandak, Bintan Center, Tanjungpinang.

Operasi pasar ini menghadirkan sejumlah kebutuhan pangan dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Sejumlah komoditas yang ditawarkan antara lain daging sapi beku Rp120 ribu per kilogram, tulang sapi premium Rp80 ribu per kilogram, ayam dada filet Rp40 ribu per kilogram, paha ayam filet Rp50 ribu per kilogram, serta ayam karkas utuh Rp40 ribu per kilogram.

Untuk kebutuhan pangan lainnya, masyarakat dapat memperoleh bakso mix 250 gram seharga Rp20 ribu per buah, MinyaKita Rp30 ribu untuk kemasan 2 liter, telur Rp48 ribu dan Rp50 ribu per papan, serta beras SPHP Rp58 ribu untuk kemasan 5 kilogram.

Selain itu, tersedia tepung terigu Rp8.500 per kilogram, gula pasir Rp14.500 per kilogram, serta sejumlah pilihan beras kemasan 5 kilogram, seperti Beras Cap Pisang Rp77 ribu, Cap Merak Rp75 ribu, Cap Sunkist Rp75 ribu, dan Cap Ratu Minang Rp65 ribu.

Kepala Disperindag Kota Tanjungpinang Riany mengatakan minyak goreng menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian dalam operasi pasar tersebut.

Menurutnya, MinyaKita yang disalurkan melalui Bulog dibanderol Rp15 ribu per liter, sementara harga di pasar berada di kisaran Rp15.700 per liter.

“Dari Bulog minyak Rp15.000, di pasar Rp15.700 per liter, sedangkan harga bahan pokok lain di bawah harga pasar,” ujar Riany, Kamis (10/9/2026).

MinyaKita dan beras menjadi dua komoditas yang paling banyak dicari masyarakat dalam pelaksanaan operasi pasar.

Pelaksanaan operasi pasar selama dua hari juga dimaksudkan agar masyarakat memiliki kesempatan lebih luas mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kebijakan tersebut sekaligus mempertimbangkan aktivitas masyarakat, khususnya ibu rumah tangga yang memiliki kesibukan mengantar anak ke sekolah.

Meski pemerintah tetap melakukan intervensi melalui operasi pasar, kondisi harga kebutuhan pokok di Kota Tanjungpinang saat ini masih terpantau stabil dan terkendali. Operasi pasar lebih diarahkan sebagai upaya memperkuat stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan, serta memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Kondisi tersebut menjadi penting mengingat stabilitas harga pangan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap daya beli masyarakat dan pengendalian inflasi daerah.

Sejumlah warga menyambut positif pelaksanaan operasi pasar murah tersebut. Aulia mengaku dirinya selalu menunggu momen seperti ini, karena dapat membeli sejumlah kebutuhan rumah tangga dengan harga yang menurutnya cukup terjangkau.

“Ada minyak, tepung, bayam, dan cabai. Alhamdulillah sangat membantu,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya dilakukan secara insidental, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, terutama ketika terjadi peningkatan harga komoditas tertentu di pasaran.

“Semoga berkelanjutan, sangat membantu ibu-ibu rumah tangga,” ujarnya.

Operasi pasar murah tersebut sekaligus menunjukkan upaya pemerintah daerah menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan kemampuan masyarakat membeli kebutuhan pokok. Dengan kondisi harga yang masih stabil dan terkontrol, pemerintah tetap melakukan langkah antisipatif agar gejolak harga pangan dapat ditekan dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Comment